Usai Beri Masukan, Connie Bakrie Klaim Diserang “Pasukan Digital” Terkait Istana

Usai Beri Masukan, Connie Bakrie Klaim Diserang “Pasukan Digital” Terkait Istana

Serangan Digital ke Connie Bakrie Usai Kritik, Nama Prabowo Ikut Disorot,Photo Gelora News

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie mengungkapkan dirinya mengalami serangan digital yang disebut terjadi secara terorganisir, tak lama setelah ia menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Melalui pernyataan di media sosial pada Kamis (2/4/2026), Connie mengaku telah mengidentifikasi pola serangan tersebut. Ia menilai akun-akun yang menyerangnya memiliki keterkaitan dengan pihak tertentu yang berada di sekitar kekuasaan.

Dalam unggahannya, Connie mempertanyakan apakah serangan tersebut merupakan reaksi spontan dari pendukung atau bagian dari sesuatu yang lebih terstruktur. Ia menyebut serangan datang begitu cepat setelah dirinya menyampaikan koreksi terhadap kebijakan.

Menurut Connie, serangan yang ia alami bukan sekadar perdebatan biasa di ruang digital. Ia menduga adanya penggunaan akun otomatis atau bot yang bekerja secara masif untuk membentuk opini publik. Dalam gelombang serangan tersebut, ia bahkan mendapat label negatif yang menyudutkan kredibilitasnya.

Tak hanya menyampaikan keluhan, Connie juga melontarkan peringatan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan pentingnya menjaga ruang kritik dalam sistem demokrasi.

Connie mengingatkan bahwa kritik seharusnya dipandang sebagai bagian dari kontrol publik, bukan ancaman. Ia juga menyinggung potensi munculnya ketidakpuasan jika ruang kebebasan berpendapat dianggap semakin sempit.

Lebih lanjut, ia meminta agar pihak Istana melakukan evaluasi terhadap lingkungan di sekitarnya, terutama jika memang terdapat praktik serangan digital terhadap pihak-pihak yang menyampaikan masukan.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah terkait pernyataan tersebut. Namun, isu ini kembali memicu diskusi luas mengenai etika komunikasi digital, peran pendukung politik di media sosial, serta pentingnya menjaga iklim demokrasi yang sehat di Indonesia.

Sumber:Gelora News

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *