Traktat Keamanan RI–Australia Resmi Ditandatangani

Traktat Keamanan RI–Australia Resmi Ditandatangani

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese tiba di Jakarta pada Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Kedatangan Albanese di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma disambut langsung Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani. (Istimewa)

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Indonesia dan Australia memasuki babak baru dalam hubungan bilateral setelah Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese secara resmi menandatangani Traktat Australia–Indonesia tentang Keamanan Bersama. Kesepakatan strategis ini menjadi langkah konkret kedua negara dalam memperkuat stabilitas dan keamanan kawasan Indo-Pasifik di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global.

Penandatanganan traktat berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (6/2/2026), bertepatan dengan kunjungan kenegaraan PM Albanese ke Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada 5–7 Februari 2026.

PM Albanese menyebut perjanjian ini sebagai pencapaian bersejarah dalam perjalanan hubungan Indonesia dan Australia. Menurutnya, traktat tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan, persahabatan, dan kemitraan strategis yang telah terbangun kuat selama bertahun-tahun. Ia juga menegaskan bahwa kerja sama ini akan memperdalam kolaborasi praktis, terutama dalam bidang pertahanan dan keamanan kawasan.

Albanese menilai hubungan Australia dan Indonesia memiliki karakter yang istimewa sebagai negara bertetangga yang berbagi kepentingan bersama dalam menciptakan kawasan Indo-Pasifik yang aman, stabil, dan sejahtera.

Selain aspek keamanan, kemitraan kedua negara juga ditopang oleh kerja sama luas di sektor ekonomi, perdagangan, investasi, pendidikan, serta pembangunan. Pilar-pilar tersebut menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi kedua pihak.

Kinerja perdagangan bilateral menunjukkan hubungan ekonomi yang tetap solid. Sepanjang Januari hingga Agustus 2025, nilai perdagangan Indonesia–Australia tercatat mencapai US$ 8,60 miliar. Dari total tersebut, ekspor Indonesia ke Australia sebesar US$ 2,52 miliar, sementara impor dari Australia mencapai US$ 6,07 miliar.

Hubungan dagang kedua negara bersifat saling melengkapi. Indonesia mengekspor berbagai produk manufaktur seperti struktur bangunan dan pipa, pupuk kimia, serta perangkat elektronik termasuk monitor dan proyektor. Sementara itu, Australia menjadi pemasok utama sejumlah komoditas strategis bagi Indonesia, antara lain batu bara, emas, bijih besi, dan gandum yang vital bagi sektor pangan dan industri nasional.

Dengan ditandatanganinya traktat keamanan ini, kedua negara berharap hubungan bilateral tidak hanya semakin erat di bidang pertahanan, tetapi juga mampu membuka peluang yang lebih luas bagi peningkatan perdagangan dan investasi di masa mendatang.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *