Tragedi Bus Haji India di Makkah–Madinah, 42 Jemaah Tewas

Sebanyak 42 jemaah India tewas dalam kecelakaan bus di rute Makkah–Madinah. (X.com/Arab News)
INDOSBERITA.ID,ARAB SAUDI – Sebanyak 42 jemaah Umroh asal India meninggal dunia dalam tragedi,kecelakaan bus di jalan raya Makkah–Madinah pada Minggu (16/11/2025) malam.ironisnya Insiden tragis terjadi saat para jemaah baru saja menunaikan ibadah umrah di Makkah dan hendak menuju Madinah.
Menurut laporan awal, bus pariwisata yang membawa jemaah menabrak truk tangki pengangkut solar setelah pengemudi kehilangan kendali di jalur cepat. Banyak penumpang tertidur saat kecelakaan terjadi, sehingga tidak sempat menyelamatkan diri. Benturan keras menyebabkan bus terbakar hebat, menyulitkan tim penyelamat dalam proses identifikasi korban.
Selain 42 korban meninggal, tiga jemaah lainnya dilaporkan dalam kondisi kritis dan masih dirawat intensif di rumah sakit terdekat.
Menyikapi tragedi ini, Misi India di Arab Saudi membentuk pusat kendali 24 jam di Konsulat Jenderal India di Jeddah. “Ruang kendali ini didirikan untuk memantau situasi dan memfasilitasi keluarga korban,” bunyi pernyataan resmi Konsulat. Pejabat India juga berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah Saudi, aparat keamanan, serta otoritas lokal, dan langsung menuju lokasi kecelakaan untuk memberikan bantuan.
Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyampaikan belasungkawa melalui akun X (Twitter). “Turut berdukacita atas kecelakaan di Medinah yang melibatkan warga India. Doa saya menyertai keluarga korban. Semoga yang luka segera pulih,” tulisnya. Dukungan serupa juga diberikan oleh Wakil Presiden CP Radhakrishnan, Menteri Luar Negeri S. Jaishankar, Menteri Urusan Minoritas Kiren Rijiju, serta Partai Kongres. Pemerintah India membuka saluran bantuan bebas pulsa 8002440003 bagi keluarga korban.
Rute Makkah–Madinah merupakan jalan tol delapan jalur dengan batas kecepatan 120 km/jam untuk bus dan 140 km/jam untuk kendaraan kecil. Meski Arab Saudi terus meningkatkan keselamatan jalan dengan anggaran besar, kecelakaan tragis masih menjadi tantangan. Otoritas Jalan Raya Saudi menargetkan angka kematian lalu lintas turun menjadi kurang dari lima per 100.000 penduduk pada 2030.




