Trafik Kargo Garuda Indonesia Naik 16 Persen

Trafik Kargo Garuda Indonesia Naik 16 Persen

Trafik pengiriman kargo melalui maskapai nasional Garuda Indonesia mengalami lonjakan signifikan menjelang periode puncak Lebaran 2026. Peningkatan ini dipicu naiknya aktivitas ekspor serta pesatnya transaksi perdagangan daring atau e-commerce. (Beritasatu.com/Wahroni)

INDOSBERITA.ID.TIGARAKSA – Aktivitas kargo udara menjelang Lebaran 2026 menunjukkan peningkatan yang cukup tajam, seiring tingginya permintaan pengiriman barang dari dalam dan luar negeri. Kondisi ini turut mendongkrak performa layanan logistik milik Garuda Indonesia.

Direktur Niaga Garuda Indonesia, Reza Aulia Hakim, mengungkapkan pertumbuhan trafik kargo pada Maret 2026 mencapai sekitar 16 persen secara tahunan. Sementara dibandingkan Februari, kenaikannya berada di kisaran 23 persen.

Lonjakan tersebut terutama didorong oleh peningkatan aktivitas ekspor yang tumbuh hingga 40–50 persen. Selain itu, tren belanja daring yang semakin tinggi menjelang hari raya juga memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan volume pengiriman.

Untuk mengantisipasi lonjakan, operasional kargo dijalankan penuh selama 24 jam. Strategi ini diterapkan agar distribusi logistik tetap lancar di tengah tingginya permintaan pasar.

Pengiriman domestik masih terpusat dari Jakarta melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Tingkat keterisian ruang kargo pun meningkat signifikan hingga mencapai sekitar 81 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Beberapa rute dalam negeri seperti Medan, Pontianak, dan Batam menjadi tujuan dengan pertumbuhan pengiriman yang cukup tinggi. Di sisi lain, pengiriman internasional mencatat lonjakan lebih besar hingga 157 persen.

Negara tujuan utama ekspor meliputi Jepang dan Amerika Serikat. Selain itu, rute ke kawasan Timur Tengah seperti Jeddah juga mengalami peningkatan, terutama untuk mendukung kebutuhan logistik menjelang ibadah haji.

Jenis barang yang dikirim tidak hanya didominasi kargo umum, tetapi juga produk mudah rusak seperti hasil laut yang mengalami peningkatan volume. Untuk menjaga kualitas, perusahaan menyiapkan fasilitas penyimpanan khusus seperti ruang pendingin hingga suhu rendah serta ruang untuk produk farmasi.

Dengan dukungan ratusan tenaga operasional yang bekerja secara bergantian, layanan kargo tetap berjalan optimal sepanjang hari. Di sisi lain, maraknya transaksi e-commerce dengan sistem pembayaran COD turut memperbesar volume pengiriman, termasuk penanganan barang retur yang juga meningkat.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *