Kegiatan tahunan ini menjadi simbol kuat sinergi antara pelestarian budaya dan perlindungan lingkungan. Tradisi Bekarang yang dilaksanakan di wilayah Lubuk Larangan merupakan bentuk kearifan lokal dalam mengatur pola penangkapan ikan agar tidak merusak keseimbangan ekosistem perairan.
Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa nilai utama dari Bekarang terletak pada semangat kebersamaan masyarakat. Menurutnya, tradisi tersebut mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dan alam yang sudah terjalin sejak lama.
“Bekarang bukan hanya kegiatan mencari ikan, tetapi juga wujud rasa syukur dan kebersamaan. Aturan Lubuk Larangan membuktikan bahwa masyarakat kita memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga kelestarian sumber daya alam,” ungkapnya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk terus mempertahankan tradisi tersebut sebagai bagian dari identitas daerah. Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, lanjutnya, akan terus mendukung kegiatan adat yang sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Tradisi Bekarang biasanya digelar saat musim kemarau, ketika permukaan air danau surut. Warga secara bersama-sama turun ke danau menggunakan alat tangkap tradisional yang ramah lingkungan, sehingga tidak merusak habitat ikan.
Kepala Desa Pematang Jering menyampaikan rasa bangga atas perhatian pemerintah daerah terhadap tradisi masyarakat. Ia berharap keberadaan Danau Gatal dapat terus dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis budaya, tanpa menghilangkan nilai-nilai adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Suasana pembukaan berlangsung semarak. Ratusan warga tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, menjadikan tradisi Bekarang tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga potensi penggerak ekonomi masyarakat desa.