TNI-PLN Tembus Medan Berat Pulihkan Listrik Aceh Barat

TNI bersama PT PLN (Persero) mendistribusikan sekaligus memasang tiga unit generator set (genset) di Desa Sikundo, Kecamatan Pante Cermin, Kabupaten Aceh Barat, untuk memulihkan pasokan listrik warga pascabencana banjir bandang dan tanah longsor, Sabtu, 3 Januari 2026. (Beritasatu.com/Almujawadin)
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Upaya pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Desa Sikundo, Kecamatan Pante Cermin, Kabupaten Aceh Barat, terus dilakukan. TNI bersama PT PLN (Persero) berhasil mengalirkan kembali listrik ke permukiman warga dengan mendistribusikan dan memasang tiga unit generator set (genset), Sabtu (3/1/2026).
Proses pemasangan dilakukan melalui operasi kemanusiaan yang melibatkan 25 personel TNI dari Kodim 0105/Aceh Barat dan Yonif 116/Garda Samudera, serta lima teknisi PLN. Tim gabungan harus menghadapi tantangan berat akibat rusaknya akses jalan. Untuk mencapai lokasi, mereka menempuh perjalanan selama tiga hari dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih enam kilometer, menyusuri sungai dan medan perbukitan.
Meski cuaca hujan dan jalur berlumpur menyulitkan perjalanan, seluruh personel tetap menjalankan tugas hingga tuntas. Pemasangan genset berhasil diselesaikan pada malam hari dan langsung dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.
“Ketiga genset sudah beroperasi dengan baik dan mampu mendukung kebutuhan listrik warga,” ujar keterangan resmi Dispenad TNI, Minggu (4/1/2026).
Keberhasilan ini menjadi bagian dari langkah percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana, sekaligus wujud sinergi antara TNI dan PLN dalam membantu masyarakat di daerah terpencil. Sebelumnya, pemerintah pusat juga menyalurkan bantuan tambahan melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berupa ribuan unit genset dan kompor gas untuk wilayah Aceh dan Sumatra.
Dengan kembali tersedianya listrik, warga Desa Sikundo diharapkan dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari dan perlahan bangkit dari dampak bencana yang sempat melumpuhkan kehidupan mereka.




