Tapai Ketan dan Tradisi Berbagi, Ciri Khas Lebaran di Desa Koto Majidin.

Warisan Budaya Kerinci, Tapai Ketan Selalu Hadir di Setiap Perayaan Besar Koto Majidin.
INDOSBERITA.ID.KERINCI – Di Desa Koto Majidin, Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci, ada satu tradisi yang selalu hadir dan dinanti setiap momen besar keagamaan: tapai ketan. Bagi masyarakat setempat, sajian ini bukan sekadar makanan, melainkan bagian penting dari identitas budaya yang terus dijaga hingga kini.
Setiap Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, bahkan saat menyambut kepulangan jemaah haji, warga kompak membuat tapai ketan dalam jumlah besar. Aktivitas ini sudah menjadi kebiasaan turun-temurun yang melibatkan hampir seluruh keluarga di desa.
Menariknya, tapai ketan tidak hanya disajikan untuk dinikmati di tempat. Setiap tamu yang berkunjung ke rumah warga akan disuguhi hidangan ini, bahkan diperbolehkan untuk membawanya pulang. Tradisi berbagi ini menjadi simbol keramahan sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Sudah dari dulu seperti ini. Rasanya ada yang kurang kalau tidak membuat tapai ketan saat lebaran atau ada yang pulang haji,” ujar seorang warga.Minggu 23 Maret 2026.
Tapai ketan khas Koto Majidin dibuat dari beras ketan yang difermentasi secara tradisional hingga menghasilkan rasa manis dengan sedikit sentuhan asam. Setelah itu, tapai dibungkus menggunakan daun kameri, yang memberikan aroma khas dan menjaga cita rasa tetap alami.
Di tengah perubahan zaman, masyarakat Desa Koto Majidin tetap teguh mempertahankan tradisi ini. Tapai ketan bukan hanya kuliner, tetapi juga wujud kebersamaan, rasa syukur, dan warisan budaya yang terus hidup dari generasi ke generasi.




