Sebanyak 20 purna PMI dijadwalkan mengikuti pelatihan berbasis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dalam pelatihan ini, peserta akan dibekali berbagai keterampilan praktis, mulai dari pengolahan biji kopi, teknik pengemasan produk, hingga wawasan dasar kewirausahaan.
Kepala Bidang Tenaga Kerja, Suhaidir, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya para mantan pekerja migran.
“Melalui pelatihan ini seharusnya 40 orang karena efesiensi menjadi 20 orang, kami ingin para purna PMI memiliki bekal untuk membuka usaha sendiri dan tidak lagi bergantung pada pekerjaan di luar negeri,” ujarnya.Sabtu 4 April 2026.
Ia menambahkan, potensi lokal seperti komoditas kopi menjadi salah satu fokus utama dalam pelatihan, mengingat peluang pasarnya yang masih terbuka luas jika dikelola dengan baik.
Program ini juga diharapkan mampu menjadi titik awal bagi para peserta untuk membangun usaha yang berkelanjutan. Selain meningkatkan keterampilan, pelatihan ini sekaligus menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat berwirausaha di kalangan purna PMI.
Suhaidir pun berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat langsung diterapkan oleh para peserta di lingkungan masing-masing.
“Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, mereka bisa mengembangkan usaha produktif di kampung halaman dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tutupnya.