Tak Hafal Doa Qunut, Ini Alternatif Doa Pengganti Qunut dalam Salat Subuh

Tak Hafal Doa Qunut, Ini Alternatif Doa Pengganti Qunut dalam Salat Subuh

Berdoa (Ilustrasi). Doa Memohon Petunjuk Allah.

INDOSBERITA.ID.TANYA ISLAM – Doa qunut dikenal sebagai amalan sunnah yang lazim dibaca umat Islam saat salat Subuh, tepatnya pada rakaat kedua setelah i’tidal. Dalam mazhab Syafi’i, praktik ini dianjurkan dan telah menjadi bagian dari kebiasaan ibadah banyak Muslim di Indonesia.

Namun, tidak semua orang mampu menghafal bacaan doa qunut yang cukup panjang. Menyikapi hal ini, para ulama memberikan kelonggaran dengan memperbolehkan penggunaan doa lain sebagai pengganti, selama mengandung permohonan kepada Allah SWT.

Pengganti doa qunut dapat diambil dari ayat Al-Qur’an maupun doa-doa yang bersumber dari hadis Nabi Muhammad SAW. Salah satu yang dianjurkan adalah doa perlindungan dari hal-hal yang tidak bermanfaat, seperti memohon dijauhkan dari ilmu yang sia-sia, hati yang tidak khusyuk, hingga doa yang tidak dikabulkan.

Salah satu contoh doa ma’tsur yang dapat dibaca sebagai pengganti doa qunut jika tidak hafal adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَ

Selain itu, doa iftitah yang biasanya dibaca di awal salat juga bisa digunakan sebagai alternatif. Doa ini berisi pujian kepada Allah SWT dan tetap dinilai baik untuk dibaca dalam kondisi tertentu, termasuk saat menggantikan qunut.

Pilihan lainnya adalah doa “Rabbana atina fid dunya hasanah” yang berasal dari Al-Qur’an. Doa ini cukup populer karena mencakup permohonan kebaikan di dunia dan akhirat sekaligus, sehingga sering disebut sebagai doa sapu jagat.

Terkait jumlah bacaan, tidak ada ketentuan khusus. Umumnya, doa pengganti cukup dibaca satu kali sebagaimana doa qunut pada umumnya. Ulama juga menegaskan bahwa meninggalkan qunut tidak membatalkan salat, karena hukumnya sunnah, bukan rukun.

Meski demikian, bagi yang mengikuti mazhab Syafi’i, tetap dianjurkan untuk mempelajari dan menghafal doa qunut secara lengkap agar dapat mengamalkannya sesuai dengan tuntunan yang dianjurkan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *