Tahun 2025,Klaim BPJS Ketenagakerjaan Sarolangun Melejit hingga Rp66,5 Miliar

Ilustrasi BPJS Kesehatan
INDOSBERITA.ID.SAROLANGUN – Sepanjang 2025, angka pembayaran klaim di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Sarolangun Lintas Sumatera melonjak tajam. Hingga akhir Desember, total klaim yang telah dibayarkan mencapai Rp66,5 miliar.
Jumlah tersebut meningkat drastis dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp37 miliar. Artinya, terjadi kenaikan sekitar Rp29,5 miliar dalam kurun waktu satu tahun.
Kepala Kantor Cabang Sarolangun Lintas Sumatera, Dika Arisetiawan, mengatakan peningkatan ini menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Sepanjang 2025 terdapat peningkatan klaim sekitar Rp29,5 miliar dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total pembayaran mencapai Rp66,5 miliar hingga Desember,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).dikutip dari Jambiindependent
Menurut Dika, lonjakan tersebut bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan hadirnya perlindungan nyata bagi para pekerja dan keluarganya. Pihaknya berkomitmen memastikan setiap hak peserta diproses secara cepat, tepat, dan aman.
Dari total pembayaran Rp66,5 miliar, program Jaminan Hari Tua (JHT) mendominasi dengan 3.388 kasus senilai Rp56,2 miliar. Sementara itu, program lainnya juga mencatat realisasi signifikan, yakni:
-
Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK): 20 kasus senilai Rp842 juta
-
Jaminan Kematian (JKM): 242 kasus senilai Rp7,8 miliar
-
Jaminan Pensiun (JP): 852 kasus senilai Rp494,3 juta
-
Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP): 556 kasus senilai Rp1,1 miliar
Data tersebut menunjukkan perlindungan sosial yang diberikan tidak hanya menyasar pekerja formal, tetapi juga sektor informal yang kini semakin banyak terdaftar sebagai peserta aktif.
Untuk meningkatkan kualitas layanan, BPJS Ketenagakerjaan terus mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi Jamsostek Mobile (JMO). Melalui aplikasi tersebut, peserta dapat mengecek saldo JHT, mengajukan klaim secara daring, hingga mengunduh kartu digital tanpa perlu datang langsung ke kantor cabang.
“Transformasi digital melalui JMO menjadi bagian dari komitmen kami dalam memberikan layanan yang praktis dan transparan,” jelas Dika.
Selain penguatan layanan digital, sosialisasi dan edukasi kepada perusahaan serta pekerja sektor informal juga terus dilakukan guna memperluas cakupan kepesertaan.
Di akhir keterangannya, Dika mengingatkan seluruh peserta untuk memastikan status kepesertaan tetap aktif dan data pribadi selalu diperbarui.
“Kelengkapan data akan sangat membantu mempercepat proses klaim. Kami ingin setiap peserta benar-benar merasakan manfaat perlindungan secara optimal,” tutupnya.
Dengan capaian pembayaran klaim yang meningkat signifikan sepanjang 2025, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sarolangun optimistis dapat terus memperkuat peran sebagai garda terdepan perlindungan sosial bagi para pekerja di wilayah tersebut.




