Sutiyoso Lega Tiang Monorel Jakarta Akhirnya Dibongkar

Gubernur Jakarta Pramono Anung dan mantan Gubernur Sutiyoso memimpin pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026). (Beritasatu.com/Roy Adriansyah)
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta periode 1997–2007, Sutiyoso, mengaku merasa lega setelah melihat langsung pembongkaran tiang-tiang monorel yang selama bertahun-tahun terbengkalai di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026). Menurutnya, langkah tersebut menjadi kepastian yang telah lama dinantikan.
Sutiyoso mengatakan, keberanian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung untuk menuntaskan persoalan monorel merupakan keputusan penting demi wajah kota. Ia menilai, keberadaan tiang monorel yang mangkrak selama puluhan tahun telah menjadi beban visual dan simbol proyek yang tak pernah rampung.
Bang Yos—sapaan akrab Sutiyoso—kembali mengenang awal mula gagasan monorel Jakarta. Ia menyebut, ide tersebut muncul pada awal 2000-an sebagai upaya mencari solusi kemacetan ibu kota. Berbagai kajian dilakukan, termasuk konsultasi dengan pakar transportasi serta studi banding ke luar negeri. Inspirasi monorel, kata dia, diperoleh saat kunjungan ke Bogota, Kolombia.
Pada 2004, proyek monorel Jakarta akhirnya dicanangkan secara resmi oleh Presiden Megawati Soekarnoputri. Saat itu, Sutiyoso menegaskan perencanaan dan dukungan investor sudah tersedia. Namun, masa jabatannya yang berakhir pada 2007 membuat dirinya tidak lagi mengikuti perkembangan proyek tersebut.
Ia mengungkapkan kekecewaan karena proyek yang sempat menjadi harapan besar itu justru berhenti dan terbengkalai, sebelum akhirnya pada 2014 konsep monorel digantikan dengan proyek LRT yang tidak termasuk dalam rencana awal.
Meski demikian, Sutiyoso menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Pramono Anung yang dinilainya berani mengambil langkah tegas dengan membongkar sisa-sisa proyek mangkrak tersebut. Ia berharap, pembongkaran ini menjadi awal penataan kawasan yang lebih baik dan mengembalikan estetika kota.
“Setidaknya sekarang ada penyelesaian. Saya berharap Jakarta bisa melangkah ke depan tanpa meninggalkan beban masa lalu,” ujar Sutiyoso.




