Status Pluto Kembali Diperdebatkan

Status Pluto Kembali Diperdebatkan

Miliarder Jared Isaacman picu kembali debat status Pluto sebagai planet, menantang definisi IAU tahun 2006 yang menurunkan kasta Pluto menjadi planet kerdil. (Google)

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Perdebatan mengenai status Pluto kembali mencuat setelah pernyataan Administrator NASA, Jared Isaacman, yang mendorong agar Pluto kembali diakui sebagai planet. Isu ini menghidupkan lagi diskusi lama yang telah berlangsung sejak awal 2000-an.

Pluto pertama kali ditemukan pada 18 Februari 1930 oleh Clyde W. Tombaugh di Observatorium Lowell. Selama puluhan tahun, Pluto dikenal sebagai planet kesembilan dalam tata surya, sebelum statusnya berubah pada 2006.

Perubahan tersebut dipicu oleh penemuan Eris pada 2005 yang memiliki ukuran lebih besar dari Pluto. Hal ini mendorong International Astronomical Union untuk menetapkan definisi baru planet. Dalam aturan itu, Pluto tidak memenuhi syarat karena tidak mampu “membersihkan” orbitnya dari benda lain, sehingga diklasifikasikan sebagai planet kerdil.

Wacana mengembalikan status Pluto kini juga mendapat dukungan dari sejumlah tokoh publik, termasuk William Shatner dan beberapa anggota kongres Amerika Serikat. Bahkan, muncul usulan agar pemerintah turun tangan melalui kebijakan resmi, meski secara ilmiah keputusan tetap berada di tangan IAU.

Fenomena perubahan status benda langit bukan hal baru. Ceres, misalnya, pernah dianggap planet setelah ditemukan pada 1801 sebelum akhirnya dikategorikan ulang sebagai planet kerdil.

Secara ilmiah, alasan utama Pluto kehilangan status planet adalah karena gravitasinya tidak cukup dominan untuk menguasai orbitnya sendiri. Berbeda dengan planet seperti Bumi atau Jupiter, jalur orbit Pluto masih dipengaruhi objek lain, termasuk kedekatannya dengan orbit Neptunus.

Meski statusnya masih diperdebatkan, Pluto tetap menjadi objek menarik bagi ilmuwan. Uniknya, sejak ditemukan hingga kini, Pluto bahkan belum menyelesaikan satu kali orbit penuh mengelilingi Matahari dan diperkirakan baru akan melengkapinya pada tahun 2178.

Terlepas dari status resminya, Pluto tetap memiliki tempat khusus dalam sejarah astronomi dan imajinasi publik dunia.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *