Skandal Pertemuan Rahasia, Presiden Peru Lengser

Skandal Pertemuan Rahasia, Presiden Peru Lengser

Presiden Peru Jose Jeri bertepuk tangan setelah menghadiri upacara pergantian penjaga di istana pemerintah di Lima, Peru, Selasa, 17 Februari 2026. (AP/AP)

INDOSBERITA.ID.LIMA, PERU – Kongres Peru resmi mencopot presiden sementara, Jose Jeri, dari jabatannya setelah mayoritas anggota parlemen menyetujui mosi pemakzulan dalam sidang yang digelar Selasa (17/2/2026).

Dalam pemungutan suara tersebut, sebanyak 75 anggota mendukung pemakzulan, sementara 24 lainnya menolak. Keputusan ini mengakhiri masa jabatan Jeri yang baru berjalan sekitar empat bulan sejak menggantikan Dina Boluarte, yang juga dimakzulkan pada Oktober 2025.

“Jabatan Ketua Parlemen kosong, oleh karena itu, jabatan Presiden juga kosong,” ujar Fernando Rospigliosi, penjabat ketua parlemen, usai pembacaan hasil voting di gedung Kongres, Lima.

Dugaan Pertemuan Rahasia

Pemakzulan Jeri dipicu oleh dugaan pelanggaran etika dan penyalahgunaan kewenangan terkait pertemuan tertutup dengan pengusaha asal Tiongkok, Zhihua Yang. Perusahaan milik Yang diketahui baru saja memperoleh konsesi hak penambangan dari pemerintah Peru.

Skandal ini mencuat setelah media lokal melaporkan adanya pertemuan di sebuah restoran Cina di Lima pada akhir Desember 2025. Jeri disebut datang secara tertutup dengan mengenakan jaket berkerudung. Ia kembali bertemu sosok yang sama pada 6 Januari 2026 dengan menggunakan kacamata hitam. Kedua agenda tersebut tidak tercatat dalam dokumen resmi kepresidenan.

Jeri membantah tudingan adanya pelanggaran. Dalam pernyataan sebelumnya, ia mengakui pertemuan tersebut terjadi namun menyebutnya sebagai kebetulan.

“Saya mengakui kesalahan saya dan meminta maaf karena bertemu dengan cara seperti itu, yang menimbulkan kecurigaan dan berbagai cerita tidak berdasar,” katanya.

Penyelidikan Kejaksaan

Situasi semakin rumit setelah laporan independen mengungkap keberadaan pengusaha Tiongkok lain, Ji Wu Xiaodong, yang kerap terlihat di kediaman presiden. Ji Wu diketahui tengah menjalani tahanan rumah atas dugaan keterlibatan dalam jaringan penebangan ilegal.

Kantor Kejaksaan Agung Peru kemudian membuka penyelidikan atas dugaan “patronase ilegal” dan “perantaraan pengaruh yang memberatkan.” Berdasarkan hukum Peru, presiden yang masih menjabat memiliki kekebalan hukum, sehingga proses pemakzulan menjadi langkah penting sebelum proses hukum dapat berlanjut.

Krisis Politik Berkepanjangan

Krisis politik di Peru telah berlangsung selama bertahun-tahun dan kerap dikaitkan dengan warisan era Alberto Fujimori yang dimakzulkan pada 2000 akibat kasus korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia.

Sejak 2016, Peru telah mengalami pergantian kepemimpinan secara berulang. Jeri menjadi presiden kedelapan dalam kurang dari satu dekade yang harus mengakhiri masa jabatan lebih cepat akibat tekanan politik.

Saat ini, fraksi-fraksi parlemen tengah menyusun daftar calon Ketua Kongres yang baru. Sosok yang terpilih nantinya akan otomatis menjabat sebagai presiden sementara untuk mengisi kekosongan kekuasaan hingga agenda politik berikutnya ditetapkan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *