Selebritas Dunia yang Berjuang Melawan ALS

Eric Dane. (AP Photo/Chris Pizzello)
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Amyotrophic lateral sclerosis (ALS) adalah penyakit saraf progresif dan langka yang memengaruhi ribuan orang di seluruh dunia setiap tahun. Penyakit ini menyerang sel saraf motorik yang mengontrol gerakan otot, sehingga penderitanya mengalami kelemahan, kesulitan bergerak, dan dalam kasus lanjut, kehilangan kemampuan berbicara atau bernapas. Beberapa selebritas dunia juga diketahui mengidap ALS, dan perjuangan mereka menjadi sumber inspirasi sekaligus meningkatkan kesadaran publik tentang penyakit ini.
Salah satu yang baru-baru ini meninggal dunia adalah Eric Dane, pemeran populer dari Grey’s Anatomy dan Euphoria. Dane mengumumkan diagnosis ALS pada April 2025 dan terus aktif dalam kegiatan syuting meski kondisi fisiknya menurun. Ia memanfaatkan teknologi asistif untuk berkomunikasi dan menjadi advokat kesadaran ALS, menunjukkan bagaimana seorang figur publik dapat menghadapi penyakit serius dengan ketenangan dan dedikasi. Kematian Dane pada usia 53 tahun meninggalkan duka mendalam bagi industri hiburan dan komunitas ALS.
Selain Dane, sejumlah selebritas lain juga berjuang melawan ALS:
-
Steve Gleason
Mantan pemain NFL bersama New Orleans Saints ini didiagnosis ALS pada 2011. Gleason tetap menjadi simbol inspirasi bagi pasien lain dengan mendokumentasikan kehidupannya, memimpin kampanye kesadaran, dan menggalang dana untuk penelitian dan dukungan pasien ALS. Ia menunjukkan bagaimana atlet dapat menghadapi penyakit serius sekaligus memberikan pengaruh positif bagi masyarakat. -
John Driskell Hopkins
Personel Zac Brown Band ini didiagnosis ALS pada 2021, namun tetap aktif bermusik. Ia mendirikan organisasi Hop on a Cure untuk mendukung riset dan pasien ALS, serta menyesuaikan pertunjukan panggung dengan kondisi fisiknya. Kiprah Hopkins memperlihatkan bagaimana selebritas dapat menggunakan pengaruh mereka untuk kemajuan medis dan sosial. -
Brooke Eby
Influencer dan aktivis ini didiagnosis ALS pada 2022. Eby aktif membagikan pengalaman pribadinya melalui media sosial untuk edukasi publik tentang gejala, strategi adaptasi, dan dukungan komunitas. Meski kehidupan sehari-hari berubah, ia tetap menjadi suara penting dalam advokasi ALS. -
Stephen Hawking
Fisikawan terkenal ini hidup dengan ALS lebih dari 50 tahun, jauh melampaui rata-rata harapan hidup pasien. Hawking tetap produktif dalam penelitian, menulis buku, dan memberikan kuliah meski keterbatasan fisik bertambah, menjadi simbol ketahanan dan kemampuan manusia menghadapi penyakit neurodegeneratif. -
Roberta Flack
Flack mengumumkan diagnosis ALS pada 2022 dan menghentikan pertunjukan publik. Penyakit ini memengaruhi karier panggungnya, namun karya musiknya tetap dikenang dan membantu meningkatkan kesadaran global terhadap ALS. Roberta Flack meninggal pada Februari 2025 pada usia 88 tahun. -
Kenneth Mitchell
Aktor ini tetap bekerja di serial televisi seperti Star Trek: Discovery selama kondisi fisiknya memungkinkan. Ia menyesuaikan metode kerja dengan keterbatasan ALS dan meninggal pada 2024. Perjuangannya menjadi contoh bagaimana selebritas menghadapi penyakit serius sambil tetap berkarya. -
Catfish Hunter
Pitcher Hall of Fame MLB ini meninggal akibat ALS pada usia 53 tahun. Penyakit ini memengaruhi karier dan stamina atlet, serta kasusnya menyoroti hubungan antara cedera olahraga dan risiko neurodegeneratif jangka panjang. Warisan Hunter tetap dikenang sekaligus meningkatkan kesadaran tentang ALS.
Perjuangan para selebritas ini menegaskan bahwa meski ALS adalah penyakit serius dan progresif, mereka tetap dapat memberikan inspirasi, berkarya, dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penelitian serta dukungan bagi pasien penyakit langka ini.




