Sejumlah Jalur Mudik di DIY Rawan Longsor

Peristiwa longsor di jalur Clongop Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul beberapa waktu lalu. Dokumentasi/Pemkab. Gunungkidul
INDOSBERITA.ID YOGYAKARTA – Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengingatkan para pemudik untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi sejumlah jalur di wilayah tersebut. Pasalnya, beberapa rute mudik di DIY masuk kategori rawan bencana, terutama ancaman longsor dan pohon tumbang.
Direktur Lalu Lintas Polda DIY, Komisaris Besar Arie Prasetya Syafa’at, mengatakan potensi bencana tersebar di sejumlah titik jalur utama yang kerap dilalui pemudik.
“Beberapa jalur utama mudik terdapat titik rawan longsor maupun pohon tumbang,” ujar Arie, Minggu, 8 Maret 2026.
Menurut dia, wilayah Kabupaten Kulon Progo menjadi daerah dengan jumlah titik rawan paling banyak. Setidaknya terdapat empat jalur yang berpotensi terdampak longsor di kawasan tersebut.
Empat jalur itu meliputi Temon–Kokap, Wates–Kokap, Dekso–Samigaluh, serta Pengasih–Sermo. Kondisi geografis berupa perbukitan membuat jalur tersebut rentan terjadi longsor saat hujan deras.
Selain Kulon Progo, sejumlah jalur di Kabupaten Gunungkidul juga masuk dalam daftar rawan bencana. Salah satunya jalur Clongop yang menghubungkan Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul, dengan Kecamatan Wedi di Kabupaten Klaten.
Beberapa jalur lain yang juga perlu diwaspadai yakni Jalan Semanu–Pracimantoro menuju Kabupaten Wonogiri serta ruas Jalan Wonosari–Yogyakarta di kawasan Kepil dan Putat.
Saat ini DIY masih berstatus siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga 19 Maret. Kondisi cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara tiba-tiba berpotensi memicu longsor di kawasan rawan tersebut, terutama saat intensitas hujan tinggi.
Polisi mengimbau para pemudik untuk memantau kondisi cuaca sebelum berangkat serta tetap berhati-hati saat melintasi jalur rawan bencana.(Zr)




