Sakit Saat Berlayar, ABK Rusia Dievakuasi Basarnas

Sakit Saat Berlayar, ABK Rusia Dievakuasi Basarnas

Tim Basarnas mengevaluasi warga negara Rusia ke Banda Aceh karena sakit di kapal tanker pengangkut minyak mentah, Kamis (29/1/2026). (Antara/Humas Basarnas Banda Aceh)

INDOSBERITA.ID.BANDA ACEH – Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) Banda Aceh mengevakuasi seorang anak buah kapal (ABK) warga negara Rusia dari kapal tanker pengangkut minyak mentah yang tengah berlayar di perairan Provinsi Aceh. ABK tersebut dievakuasi karena mengalami sakit dan memerlukan perawatan medis lanjutan.

Kepala Basarnas Banda Aceh Ibnu Harris Al Hussain mengatakan korban bernama Siniatkin Viktor (32), yang bekerja sebagai ABK di kapal tanker MT Unity berbendera Gambia. Korban mengalami luka serius pada jari tangan yang berujung pada tindakan amputasi.

“Korban dievakuasi karena kondisinya membutuhkan penanganan medis lanjutan. Ia mengalami luka pada jari tangan hingga dilakukan amputasi saat berada di kapal,” ujar Ibnu Harris Al Hussain di Banda Aceh, Kamis (29/1/2026).

Proses evakuasi dilakukan menggunakan kapal SAR KN Kresna 232 yang diberangkatkan dari Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh. Lokasi evakuasi berada di perairan Samudera Hindia dengan jarak sekitar 7 mil laut dari pelabuhan tersebut.

Setibanya di titik yang telah disepakati, KN Kresna 232 merapat ke MT Unity. Tim SAR kemudian naik ke kapal tanker untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi kesehatan korban serta kelengkapan dokumen keimigrasian.

“Setelah dipastikan tidak membawa penyakit menular, korban dipindahkan ke KN Kresna 232 dan selanjutnya dibawa ke Pelabuhan Ulee Lheue,” jelasnya.

Dari pelabuhan, korban langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Banda Aceh guna mendapatkan perawatan medis intensif.

Operasi evakuasi ini melibatkan sejumlah instansi terkait, di antaranya Kantor Kesehatan Pelabuhan, Balai Karantina Kesehatan, Bea Cukai, Imigrasi, TNI Angkatan Laut, Syahbandar, agen pelayaran, serta unsur terkait lainnya.

“Dengan selesainya proses evakuasi, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh personel kembali ke instansi masing-masing,” kata Ibnu Harris Al Hussain.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *