Rupiah Tergelincir di Tengah Tekanan Pasar Asia

Nilai Tukar Rupiah Mengelami Pelemahan Dalam Sesi Pagi Ini.
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali melemah,setelah dibuka pada awal perdagangan Senin (24/11/2025).Dari data Bloomberg Asian Pacific Currencies terpantau pada pukul 09.22 WIB, rupiah berada di Rp 16.709 per dolar AS, turun 7 poin atau 0,04%.Pada Jumat kemarin (21/11), rupiah sempat menguat 20 poin dan ditutup di level Rp 16.716 per dolar.
Menurut laporan Reuters, dolar AS bergerak relatif stabil memasuki awal pekan. Namun pasar memilih bersikap hati-hati karena meningkatnya peluang intervensi Jepang untuk menahan pelemahan yen yang terus berlanjut.
Di saat yang sama, perhatian global juga mengarah pada rilis anggaran Inggris dan keputusan suku bunga Selandia Baru, di tengah pekan perdagangan yang lebih singkat akibat libur Thanksgiving di AS.
Aktivitas perdagangan Asia terpantau lebih tipis karena pasar Tokyo libur. Kondisi ini membuat yen kembali melemah ke level 156,71 per dolar pada Senin pagi.
Yen terus berada di bawah tekanan selama beberapa bulan terakhir akibat suku bunga Jepang yang sangat rendah dan kebijakan fiskal yang longgar. Meski begitu, mata uang ini sempat bangkit dari level terlemah dalam 10 bulan setelah Menteri Keuangan Satsuki Katayama memberi sinyal kuat tentang peluang intervensi.
Beberapa trader menilai intervensi mungkin dilakukan jika yen bergerak di kisaran 158–162 per dolar AS. Minimnya likuiditas saat libur Thanksgiving disebut sebagai momentum tepat bagi Jepang untuk masuk pasar.
“Kami tidak menutup kemungkinan intervensi bisa terjadi secepat Jumat, terutama jika yen mendekati 160. Jika dilakukan saat likuiditas tipis, penguatan yen bisa berlangsung sangat cepat,” tulis analis OCBC, Frances Cheung dan Christopher Wong.
Dalam wawancara televisi, Takuji Aida, anggota panel kebijakan utama pemerintah Jepang dari sektor swasta, menegaskan bahwa pemerintah siap mengambil langkah aktif untuk meredam dampak pelemahan yen terhadap perekonomian.




