Rupiah Ditutup Menguat ke Rp16.800 per Dolar AS

Ilustrasi. Foto: Dok MI
INDOSBERITA.ID JAKARTA – Nilai tukar rupiah menutup perdagangan Rabu (25/2/2026) dengan kinerja positif terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan ini melanjutkan tren yang sudah terlihat sejak sesi pembukaan pasar.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp16.800 per dolar AS, menguat 29 poin atau sekitar 0,17 persen dibandingkan posisi sebelumnya di Rp16.829 per dolar AS. Pergerakan ini mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap perkembangan isu global.
Sementara itu, data dari Yahoo Finance mencatat posisi rupiah di kisaran Rp16.780 per dolar AS. Angka tersebut menunjukkan apresiasi 45 poin atau setara 0,27 persen dari penutupan sebelumnya di Rp16.825 per dolar AS.
Adapun kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) juga memperlihatkan penguatan. Rupiah berada di level Rp16.813 per dolar AS, naik dari posisi sebelumnya Rp16.830 per dolar AS.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pergerakan rupiah dipengaruhi dinamika global, khususnya perkembangan pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran yang memasuki putaran ketiga di Jenewa. Harapan tercapainya solusi diplomatik dinilai mampu meredakan kekhawatiran pasar terhadap eskalasi ketegangan geopolitik.
Di sisi lain, kebijakan perdagangan Amerika Serikat turut menjadi perhatian investor. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan rencana pengenaan tarif impor global selama 150 hari. Meski kebijakan tersebut mengalami penyesuaian, pasar masih mencermati potensi dampaknya terhadap rantai pasok dan stabilitas perdagangan internasional.
Kombinasi sentimen geopolitik dan kebijakan perdagangan global tersebut memicu volatilitas di pasar keuangan. Namun, hingga akhir sesi perdagangan, rupiah mampu bertahan di zona penguatan di tengah dinamika eksternal yang masih berkembang.(Zr)




