Rezeki Tak Selalu Dikejar, Kadang Datang Sendiri

Rezeki Tak Selalu Dikejar, Kadang Datang Sendiri

Rezeki Akan Menghampiri pemiliknya,walaupun Tidak di Kejar

INDOSBERITA.ID.TANYA ISLAM – Pepatah “dikejar menjauh, didiamkan menghampiri” tampaknya pas untuk menggambarkan hubungan manusia dengan rezeki. Kadang ketika terlalu sibuk mengejar, rezeki justru terasa sulit didapat. Namun ketika dijalani dengan ikhtiar sewajarnya dan disertai tawakal kepada Allah, rezeki bisa datang tanpa diduga.

Kisah ini dialami oleh Urwah bin Udzainah, seorang sahabat Nabi yang pernah hidup dalam kesulitan di Madinah. Atas saran teman-temannya, ia pergi menemui Khalifah Hisyam bin Abdul Malik untuk meminta bantuan. Namun saat mengadu, sang khalifah justru mengingatkan bait syair ciptaan Urwah sendiri:

“Sungguh aku tahu, dan boros bukan tabiatku — bahwa rezekiku pasti akan datang menghampiriku.”

Mendengar itu, Urwah tersadar dan kembali ke Madinah dengan hati tenang meski tanpa bantuan. Tak lama kemudian, Khalifah menyesali sikapnya dan mengirimkan utusan dengan hadiah untuk Urwah. Saat hadiah itu tiba, Urwah melantunkan lanjutan syairnya:

“Aku berusaha mengejarnya, maka ia menyusahkanku — namun bila aku diam, ia datang tanpa memberatkanku.”

Kisah ini mengajarkan bahwa rezeki bukan hanya hasil dari kerja keras, tetapi juga buah dari keyakinan dan ketulusan hati. Allah berfirman dalam Surah At-Thalaq ayat 2–3, bahwa siapa pun yang bertakwa dan bertawakal, akan diberi jalan keluar serta rezeki dari arah yang tak disangka-sangka.

Rezeki sejatinya bukan tentang seberapa cepat kita mengejar, tetapi seberapa dalam kita percaya bahwa Allah sudah menyiapkannya dengan cara terbaik.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *