Ratusan Kasus Campak Ditemukan di Subang, Dinkes Minta Warga Waspada

Waspadai penyakit campak yang menyerang anak-anak. Ilustrasi:
INDOSBERITA.ID.SUBANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Subang melaporkan temuan ratusan kasus campak sejak pertengahan 2025 hingga triwulan pertama 2026. Data ini menunjukkan penyakit menular yang biasanya menyerang anak-anak masih menjadi ancaman nyata bagi masyarakat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Indriati Oetama, menekankan bahwa campak bukan penyakit yang hilang, melainkan terus muncul setiap tahun. “Kasus campak masih ditemukan secara rutin dan perlu menjadi perhatian bersama,” ujarnya di Subang, Minggu.
Campak disebabkan oleh virus dari genus Morbillivirus dalam keluarga Paramyxoviridae. Penyakit ini menular melalui percikan droplet atau udara (airborne), sehingga sangat mudah menyebar di lingkungan padat dan biasanya menyerang anak-anak dengan gejala ringan hingga sedang.
Menurut Dinkes Subang, tercatat 146 kasus suspek, dengan 55 telah diuji laboratorium dan 33 dinyatakan positif. Indriati menegaskan, bila lebih dari lima kasus ditemukan dalam satu wilayah, kondisi tersebut dikategorikan sebagai kejadian luar biasa (KLB) yang memerlukan penanganan cepat dan terkoordinasi.
Pihak Dinkes mengimbau orang tua memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap serta menjaga kebersihan lingkungan untuk menekan risiko penularan. Lonjakan kasus ini menjadi peringatan penting bahwa pencegahan penyakit menular tetap menjadi tanggung jawab bersama, terutama di wilayah dengan mobilitas dan kepadatan tinggi.




