PVMBG: Potensi Longsor Susulan di Pasirlangu Masih Tinggi

PVMBG: Potensi Longsor Susulan di Pasirlangu Masih Tinggi

Longsor di Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan

INDOSBERITA.ID BANDUNG BARAT – Ancaman longsor susulan masih membayangi Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menilai potensi gerakan tanah di wilayah tersebut tetap tinggi seiring curah hujan yang belum mereda.

Pelaksana Harian Kepala PVMBG Badan Geologi, Edi Slameto, mengungkapkan kondisi geologi dan bentuk wilayah Pasirlangu membuat kawasan ini sangat rentan mengalami longsor lanjutan maupun aliran material rombakan dari lereng perbukitan.

“Karakter morfologi dan geologi di kawasan kaki Gunung Burangrang memungkinkan kejadian serupa tidak hanya terjadi di Pasirlangu, tetapi juga di lembah-lembah sekitarnya,” ujar Edi di kantor Badan Geologi, Kota Bandung, Jumat (30/1/2026).

Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah, Pasirlangu berada pada kategori kerentanan menengah. Dalam kondisi ini, pergerakan tanah dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama saat curah hujan melebihi ambang normal atau terdapat gangguan pada kestabilan lereng, baik secara alami maupun akibat aktivitas manusia.

PVMBG menekankan pentingnya langkah mitigasi jangka panjang guna menekan risiko korban dan kerusakan. Relokasi warga dari zona rawan menjadi salah satu rekomendasi utama, disertai normalisasi sungai dan pembangunan bangunan pengendali seperti sabo dam untuk menahan aliran material longsoran.

Di sisi lain, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat beraktivitas di sekitar alur sungai yang berhulu di lereng rawan. Warga diminta segera mengungsi jika debit air meningkat drastis atau warna air berubah menjadi keruh, tanda membawa material dari hulu.

PVMBG juga mendorong pemerintah daerah untuk memperketat pemantauan debit sungai, memetakan jalur aliran debris, serta memperkuat sosialisasi kebencanaan kepada warga. Koordinasi dengan BPBD dan aparat setempat dinilai krusial agar potensi bencana dapat diantisipasi sejak dini.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Ketaatan pada peringatan dan arahan petugas akan sangat menentukan,” tegas Edi.(Zr

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *