Puluhan Desa Belum Dialiri Listrik, Bupati Batang Hari Kirim Sinyal ke DPR RI

Pasokan Listrik,Photo Istimewa
INDOSBERITA.ID.BATANG HARI – Sejumlah desa di Kabupaten Batang Hari hingga kini masih hidup tanpa aliran listrik. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah serius bagi pemerintah daerah, mengingat keterbatasan akses dan sulitnya medan menjadi penghambat utama pemerataan energi di wilayah tersebut.
Berdasarkan data yang dihimpun, dari total 124 desa dan kelurahan, sebanyak 27 wilayah masih belum tersentuh jaringan listrik. Desa-desa tersebut umumnya berada di kawasan terpencil dengan akses yang sulit dijangkau, sehingga menyulitkan pembangunan infrastruktur kelistrikan.
Bupati Batang Hari, Muhammad Fadhil Arief, menegaskan bahwa pihaknya telah berupaya melakukan koordinasi dengan PLN guna memperluas jaringan listrik. Namun, kondisi geografis dan keterbatasan jangkauan membuat realisasi belum bisa dilakukan secara menyeluruh.
“Pemerintah daerah sudah menyampaikan hal ini ke PLN, namun karena keterbatasan dan kondisi wilayah yang cukup jauh, sehingga belum dapat direalisasikan sepenuhnya,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Melihat kondisi tersebut, Fadhil Arief meminta dukungan dari perwakilan daerah di tingkat pusat untuk mempercepat penanganan masalah ini. Ia berharap anggota DPR RI dari daerah pemilihan setempat dapat menjadi jembatan dalam menyampaikan aspirasi masyarakat ke pemerintah pusat.
Harapan tersebut disampaikan kepada anggota DPR RI Fraksi PKB, Elpisina, yang duduk di Komisi XII. Pemkab Batang Hari menilai peran legislatif di tingkat nasional sangat penting dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur listrik, khususnya di wilayah-wilayah terpencil.
“Dengan adanya perwakilan di DPR RI, kita berharap aspirasi ini bisa cepat sampai dan segera ditangani,” tambahnya.
Ketiadaan listrik tidak hanya berdampak pada aktivitas rumah tangga, tetapi juga menghambat perkembangan pendidikan, ekonomi, dan pelayanan publik di desa-desa tersebut. Warga masih bergantung pada sumber penerangan alternatif yang terbatas, sehingga aktivitas di malam hari menjadi sangat terbatas.
Pemerintah Kabupaten Batang Hari berharap, melalui sinergi antara pemerintah daerah, DPR RI, dan pemerintah pusat, persoalan listrik di puluhan desa ini dapat segera dituntaskan. Pemerataan akses listrik dinilai menjadi kunci penting dalam mendorong pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah terpencil.




