Program Cek Kesehatan Gratis Dorong Pelajar Hidup Sehat

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan. ANTARA/Mario Sofia Nasution
INDOSBERITA.ID JAKARTA – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pelajar dinilai bukan sekadar kegiatan pemeriksaan rutin, melainkan investasi jangka panjang untuk membentuk generasi sehat dan sadar pola hidup seimbang. Pemerintah menilai sekolah menjadi ruang strategis untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, saat meninjau pelaksanaan CKG di salah satu sekolah di kawasan Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan di lingkungan sekolah harus disertai edukasi berkelanjutan.
Menurutnya, hasil pemeriksaan seperti berat badan, status gizi, hingga pola konsumsi gula dan garam dapat menjadi bahan refleksi bagi siswa. Melalui sesi konsultasi, anak-anak diajak memahami kondisi tubuh mereka sekaligus risiko kesehatan yang bisa muncul akibat pola makan tidak seimbang.
“Pemeriksaan ini menjadi pintu masuk untuk mengubah perilaku. Anak-anak perlu tahu dampak dari apa yang mereka konsumsi setiap hari,” ujarnya.
Veronica menekankan bahwa pendekatan preventif jauh lebih efektif dibandingkan menunggu hingga penyakit muncul. Karena itu, sinergi antara sekolah dan orang tua menjadi kunci agar pesan hidup sehat tidak berhenti di ruang kelas, tetapi juga diterapkan di rumah.
Selain pemeriksaan umum, perhatian khusus juga diberikan pada kesehatan remaja putri. Pemerintah terus mendorong pemberian imunisasi Human Papillomavirus (HPV) bagi siswi usia 13 tahun ke atas sebagai langkah pencegahan kanker serviks sejak dini.
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan menargetkan perluasan program CKG pada 2026 dengan cakupan hingga 130 juta penduduk. Target ini meningkat signifikan dibandingkan capaian tahun 2025 yang mencapai 70 juta peserta, dengan sekitar 25 juta di antaranya merupakan pelajar tingkat SD hingga SMA.
Program CKG pun menjadi salah satu prioritas nasional dalam memperkuat sistem kesehatan berbasis pencegahan. Pemerintah berharap, melalui deteksi dini dan edukasi yang konsisten, generasi muda Indonesia dapat tumbuh lebih sehat, produktif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.




