Prestasi Cemerlang Indonesia di ASEAN Para Games Thailand

Prestasi Cemerlang Indonesia di ASEAN Para Games Thailand

Chef de Mission (CdM) Reda Manthovani bersama kontingen Indonesia di ASEAN Para Games 2025. (NPC Indonesia/NPC Indonesia)

INDOSBERITA.ID.SPORT – Kontingen Indonesia tampil luar biasa dalam ASEAN Para Games 2025 yang digelar di Nakhon Ratchasima, Thailand. Dipimpin Chef de Mission (CdM) Reda Manthovani, Tim Merah Putih sukses mencatatkan prestasi di atas ekspektasi dengan melampaui target medali yang ditetapkan sejak awal.

Indonesia mengakhiri ajang olahraga disabilitas Asia Tenggara tersebut dengan total 392 medali, terdiri dari 135 emas, 143 perak, dan 114 perunggu. Capaian ini jauh melampaui target awal kontingen Indonesia yang hanya membidik 82 emas, 77 perak, dan 77 perunggu.

Dengan raihan tersebut, Indonesia menempati posisi kedua klasemen akhir ASEAN Para Games 2025, berada tepat di bawah tuan rumah Thailand yang mengoleksi 176 emas, 155 perak, dan 157 perunggu.

CdM Indonesia, Reda Manthovani, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet dan ofisial yang dinilai mampu menjaga konsistensi performa serta menunjukkan semangat juang tinggi sepanjang kompetisi.

“Terima kasih atas dedikasi dan perjuangan para atlet yang telah mengharumkan nama bangsa. Kalian adalah kebanggaan Indonesia dan sumber inspirasi bagi masyarakat,” ujar Reda Manthovani, Senin (26/1/2026).

Reda menilai keberhasilan tersebut tidak semata-mata diukur dari jumlah medali, tetapi juga dari kualitas penampilan atlet dalam setiap nomor pertandingan. Menurutnya, prestasi ini mencerminkan kemajuan pembinaan olahraga disabilitas nasional.

“Melampaui target medali menjadi bukti bahwa atlet disabilitas Indonesia memiliki daya saing tinggi di tingkat regional. Mereka membawa pesan kuat tentang kesetaraan dan inklusivitas,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pencapaian kontingen Indonesia sejalan dengan visi pembangunan nasional, khususnya Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan penyandang disabilitas sebagai bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang adil dan inklusif.

Sejumlah cabang olahraga menjadi penyumbang utama medali. Para atletik tampil dominan dengan torehan 44 medali emas, melampaui target awal 25 emas. Cabang para renang juga menunjukkan peningkatan signifikan dengan mengoleksi 29 emas, jauh di atas target delapan emas.

Selain itu, para angkat berat berhasil keluar sebagai juara umum dengan sembilan emas dan empat perak, disusul para panahan yang meraih lima emas, dua perak, dan tiga perunggu. Cabang para bulu tangkis menyumbang 12 emas, sementara para judo mencatat prestasi sempurna dengan menyapu seluruh nomor dan meraih tujuh emas.

Dari sektor individu, Jendi Pangabean menjadi atlet paling bersinar di cabang para renang dengan raihan tujuh medali emas. Atlet muda Siti Aisyah yang baru berusia 15 tahun juga mencuri perhatian setelah meraih dua emas, satu perak, dan tiga perunggu, serta memecahkan dua rekor ASEAN Para Games.

Secara keseluruhan, atlet Indonesia mencatatkan 25 rekor ASEAN Para Games, ditambah satu rekor Asia yang dipecahkan oleh Hellin Wardina di cabang para atletik.

Usai ajang ini, Reda Manthovani memastikan dukungan pembinaan atlet akan terus ditingkatkan sebagai persiapan menghadapi Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang. Ia berharap prestasi di Thailand menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap olahraga penyandang disabilitas di Tanah Air.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *