Prabowo Janjikan Kapal Ikan untuk Desa Nelayan

Presiden RI Pranowo Subianto saat bertaklimat dalam agenda Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). (ANTARA/Fathur Rochman)
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmennya untuk memperkuat sektor perikanan dengan menyalurkan kapal penangkap ikan berukuran 5 hingga 30 gross tonnage (GT) kepada masyarakat di desa-desa nelayan. Bantuan kapal tersebut ditujukan agar nelayan dapat melaut lebih lama dan meningkatkan hasil tangkapan.
Program tersebut merupakan bagian dari agenda besar modernisasi 12 juta kampung nelayan yang dikemas dalam program Kampung Nelayan Merah Putih.
“Salah satu program strategis kita adalah Kampung Nelayan. Ada 12 juta kampung nelayan yang akan kita modernisasi. Setiap kampung akan dibangun jetty atau dermaga kecil, pabrik es, cold storage, dan kita bantu kapal-kapal ikan. Mulai dari 5 GT hingga 30 GT, kita harapkan tiap desa mendapat minimal satu kapal,” ujar Presiden Prabowo saat Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di SICC, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin.
Presiden menjelaskan, pemerintah telah menjalankan proyek percontohan modernisasi kampung nelayan di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Proyek tersebut menunjukkan hasil signifikan dengan peningkatan produksi hampir 60 persen.
“Kita sudah punya pilot project di Biak dan hasilnya nyata, produksi meningkat hampir 60 persen,” kata Prabowo.
Modernisasi kampung nelayan juga telah mulai dilaksanakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejak beberapa bulan terakhir. Hingga awal 2026, tercatat 19 Kampung Nelayan Merah Putih telah beroperasi di berbagai daerah.
Sejumlah lokasi yang telah dimodernisasi antara lain Tolitoli (Sulawesi Tengah), Bumiharjo (Jawa Tengah), Pujiharjo (Jawa Timur), Lebetawi (Maluku), Gebang Mekar (Jawa Barat), Karang Duwur (Jawa Tengah), Poncosari (Yogyakarta), serta Bulukumba (Sulawesi Selatan).
Dari Kampung Nelayan Merah Putih di Bulukumba, hampir satu ton ikan segar berhasil diekspor ke Arab Saudi pada 9 Januari 2026, menjadi ekspor perdana dari kawasan tersebut.
Terkait pengadaan kapal penangkap ikan, Presiden Prabowo juga telah melakukan kunjungan ke Inggris dan bertemu CEO Babcock, David Lockwood, di London pada 18–21 Januari 2026. Babcock merupakan perusahaan galangan kapal internasional yang berbasis di Inggris.
Kerja sama maritim Indonesia–Inggris tersebut mencakup dukungan Inggris terhadap rencana Indonesia membangun sekitar 1.500 kapal penangkap ikan guna memperkuat industri perikanan nasional.




