Prabowo: Indonesia Bisa Swasembada Energi dalam 4 Tahun

Prabowo: Indonesia Bisa Swasembada Energi dalam 4 Tahun

Presiden Prabowo Subianto. (Beritasatu.com/BPMI Setpres)

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mampu mencapai kemandirian energi dalam empat tahun ke depan. Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan nasional di tengah ketidakpastian global yang dipicu berbagai konflik internasional.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara tasyakuran satu tahun Danantara yang digelar di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026).

Menurut Prabowo, situasi global yang tidak menentu berpotensi memicu krisis, terutama di sektor energi. Namun, ia menilai kondisi tersebut juga dapat menjadi momentum bagi Indonesia untuk mempercepat langkah menuju kemandirian energi.

Pemerintah saat ini tengah menyiapkan berbagai strategi untuk memperluas pemanfaatan sumber energi alternatif, khususnya energi berbasis nabati sebagai pengganti bahan bakar fosil.

Prabowo menjelaskan Indonesia memiliki banyak sumber daya alam yang dapat diolah menjadi energi terbarukan, seperti kelapa sawit, singkong, jagung, hingga tebu. Bahan-bahan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi bahan bakar nabati.

Selain itu, ia juga menyoroti besarnya potensi energi panas bumi di Indonesia. Cadangan geothermal nasional disebut termasuk yang terbesar di dunia, namun pemanfaatannya hingga kini masih belum optimal.

Karena itu, pemerintah berupaya mempercepat pengembangan sektor energi baru terbarukan agar pemanfaatan sumber daya energi domestik dapat meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Salah satu langkah yang tengah didorong adalah pembangunan pembangkit listrik tenaga surya atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas hingga 100 gigawatt. Program tersebut ditargetkan dapat mempercepat proses transisi energi nasional.

Prabowo menegaskan pemerintah akan mempercepat elektrifikasi berbasis energi terbarukan dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu bergerak cepat dalam pengembangan energi bersih.

Di samping sektor energi, Prabowo juga menyoroti pentingnya penguatan ketahanan pangan. Pemerintah terus mendorong peningkatan produksi berbagai komoditas setelah sebelumnya berhasil mengejar target swasembada beras.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat daya tahan ekonomi nasional menghadapi potensi krisis global di masa mendatang.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *