Prabowo Dinilai Jadi Kunci Pencak Silat Tembus Olimpiade 2028

Pesilat Ginting Baharudin Putra (kanan) tampil di kelas D (60-65kg) putra senior pada ajang Islamic Solidarity Games (ISG) Riyadh 2025 (Beritasatu.com/Istimewa)
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, menilai dukungan langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjadi elemen krusial dalam mempercepat pengakuan pencak silat oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC).
Menurut Oktohari, keterlibatan kepala negara tidak hanya memberi kekuatan moral, tetapi juga memperkuat posisi strategis Indonesia dalam diplomasi olahraga global, khususnya dalam upaya memasukkan pencak silat ke Olimpiade Los Angeles 2028.
“Perhatian dan dukungan Presiden Republik Indonesia memberikan legitimasi yang kuat bagi perjuangan pencak silat di tingkat internasional. Ini menjadi energi besar bagi kami untuk terus mengawal prosesnya,” ujar Okto, dikutip dari Antara, Jumat (16/1/2026).
Okto menjelaskan bahwa pencak silat memiliki karakter universal yang selaras dengan nilai-nilai Olimpiade. Selain sebagai cabang olahraga kompetitif, pencak silat juga merepresentasikan warisan budaya yang telah berkembang di banyak negara.
Sebelumnya, KOI menerima kunjungan Presiden Alliance of Independent Recognised Members of Sport (AIMS), Stephan Fox, di Kantor NOC Indonesia, Jakarta, Selasa (14/1/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan posisi pencak silat di kancah olahraga dunia.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, NOC Indonesia, serta federasi olahraga internasional menjadi fondasi utama dalam membangun pengaruh Indonesia di panggung global.
“Kesatuan langkah antara Presiden, pemerintah, dan gerakan Olimpiade menunjukkan keseriusan Indonesia menjadikan olahraga sebagai alat diplomasi internasional,” kata Okto.
Sementara itu, Stephan Fox menilai peran Indonesia dalam ekosistem olahraga dunia semakin signifikan. Hal tersebut tercermin dari keaktifan Indonesia di berbagai organisasi olahraga internasional.
“NOC Indonesia memiliki pengaruh besar, baik melalui kepemimpinan Raja Sapta Oktohari maupun peran Erick Thohir sebagai anggota IOC dan Menteri Olahraga,” ujar Fox.
Fox juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah berdiskusi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto di Paris. Dalam pertemuan tersebut, pencak silat menjadi topik utama pembahasan, menandakan komitmen Indonesia untuk membawa olahraga tradisional tersebut ke level Olimpiade.




