Pertumbuhan Ekonomi Malaysia 2026 Diperkirakan Kuat, Ekspor dan Pariwisata Jadi Penopang

Pertumbuhan Ekonomi Malaysia 2026 Diperkirakan Kuat, Ekspor dan Pariwisata Jadi Penopang

Menurut Bank Negara Malaysia (BNM) dan Departemen Statistik Malaysia, produk domestik bruto (PDB) tumbuh 6,3%. Aktual/HO

INDOSBERITA.ID,MALAYSIA – Bank sentral Malaysia, Bank Negara Malaysia (BNM), memperkirakan aktivitas ekonomi nasional akan tetap solid pada 2026, didukung kinerja sektor eksternal dan stabilitas domestik yang terjaga. Permintaan global yang relatif stabil, terutama untuk produk elektronik dan listrik, menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekspor negara tersebut.

Selain itu, pemulihan sektor pariwisata turut memberikan dorongan tambahan bagi perekonomian. Arus kunjungan wisatawan yang terus membaik dinilai mampu memperkuat konsumsi domestik serta mendukung kinerja sektor jasa.

Survei Bloomberg News menunjukkan median proyeksi pertumbuhan Malaysia pada 2026 berada di kisaran 4,5%. Angka tersebut mendekati batas atas target resmi pemerintah sebesar 4% hingga 4,5%. BNM dijadwalkan memperbarui proyeksi ekonominya dalam laporan tahunan yang akan dirilis pada akhir Maret mendatang.

Di pasar keuangan, penguatan nilai tukar ringgit disebut mencerminkan fundamental ekonomi yang kokoh. Dalam 12 bulan terakhir, ringgit tercatat sebagai mata uang dengan kinerja terbaik di Asia setelah menguat lebih dari 14% terhadap dolar AS. Pemerintah bersama BNM terus mendorong arus modal dua arah yang sehat guna menjaga stabilitas pasar.

Dari sisi harga, inflasi pada 2026 diproyeksikan tetap moderat seiring meredanya tekanan biaya global. Reformasi kebijakan domestik yang mulai diterapkan pada 2025 termasuk subsidi bahan bakar yang lebih terarah dan perluasan pajak penjualan serta jasa diperkirakan hanya memberikan dampak terbatas terhadap kenaikan harga tahun ini.

Perbaikan juga tercermin pada kondisi fiskal. Menteri Komunikasi Fahmi Fadzil menyatakan defisit fiskal Malaysia menyempit menjadi 3,7% dari produk domestik bruto pada 2025, lebih rendah dari target 3,8%.

Dengan kombinasi pertumbuhan yang tetap kuat, inflasi yang terkendali, serta defisit fiskal yang menurun, Malaysia memasuki 2026 dengan fondasi ekonomi yang relatif kokoh di tengah dinamika dan ketidakpastian global.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *