Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan 49 Wilayah

Program Rawabening (Rain Water Harvesting and Urban Farming). Foto: Dok istimewa
INDOSBERITA.ID JAKARTA – Pertamina Patra Niaga terus memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian perempuan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program pemberdayaan ini dijalankan di berbagai wilayah operasional perusahaan dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional.
Sebanyak 695 perempuan di 49 titik di seluruh Indonesia mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi dan sosial. Melalui program ini, perempuan diberikan akses pelatihan, peluang usaha, serta ruang belajar untuk mengembangkan potensi diri dan memperkuat peran mereka di keluarga maupun masyarakat.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun mengatakan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan bagian penting dari upaya perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Kami percaya ketika perempuan memiliki akses terhadap pendidikan, keterampilan, dan peluang usaha, maka dampaknya akan terasa langsung pada ketahanan ekonomi keluarga dan komunitas,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/3/2026).
Salah satu program unggulan dijalankan melalui Integrated Terminal Makassar dengan inisiatif Puanmakari (Perempuan Mandiri, Anak Percaya Diri). Program yang awalnya dibentuk sebagai shelter bagi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ini kini berkembang menjadi pusat pemberdayaan perempuan dan anak.
Melalui program tersebut, 103 perempuan dan 230 anak telah mendapatkan pendampingan. Sejumlah perempuan bahkan berhasil mengembangkan usaha produktif bersama melalui kelompok usaha yang dibentuk dalam program tersebut.
Selain itu, di Kampung Atas Air Balikpapan, Pertamina Patra Niaga menjalankan program Rawabening yang menggabungkan pemanenan air hujan dengan urban farming hidroponik. Program ini memanfaatkan air hujan untuk budidaya sayuran sekaligus memberikan peluang ekonomi bagi kelompok perempuan setempat.
Program tersebut berhasil mengembangkan 10 meja hidroponik dengan 440 lubang tanam dan menghasilkan ribuan bibit sayuran yang diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah.
Di sektor kesehatan, dukungan bagi perempuan juga diwujudkan melalui program Rumah Sakit Kapal di Waigeo Utara, Raja Ampat, Papua Barat Daya. Layanan kesehatan ini menghadirkan fasilitas pemeriksaan medis bagi masyarakat kepulauan yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan.
Ratusan perempuan telah mendapatkan layanan kesehatan melalui poli umum maupun poli gigi. Program ini juga memberikan pelatihan bagi tenaga kesehatan perempuan di wilayah setempat untuk meningkatkan kualitas pelayanan medis.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Pertamina Patra Niaga berharap program TJSL dapat terus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong kemandirian perempuan serta memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi di berbagai daerah.(Zr)




