Penyekapan Gegerkan Warga Jambi Timur, Ibu dan Anak Diselamatkan Polisi
oleh Asep Sanjaya · Maret 24, 2026

Ibu dan Anak Disekap di Ruko, Polisi Evakuasi Dramatis di Jambi Timur,Photo Jambiindependent
INDOSBERITA.ID.JAMBI – Warga di kawasan Jambi Timur dikejutkan oleh peristiwa dugaan penyekapan dalam rumah tangga yang terjadi pada Senin pagi, 23 Maret 2026. Insiden tersebut berlangsung sekitar pukul 05.30 WIB di RT 17, Kelurahan Rajawali, dan melibatkan seorang perempuan bersama anaknya yang diduga dikurung oleh suaminya sendiri di lantai dua sebuah rumah toko (ruko).
Bangunan yang dikenal warga sebagai “Mie Afandi” itu mendadak menjadi pusat perhatian setelah sejumlah warga melaporkan adanya teriakan minta tolong dari dalam ruko. Laporan tersebut langsung direspons cepat oleh aparat Polsek Jambi Timur yang segera menuju lokasi.
Setibanya di tempat kejadian, petugas memastikan adanya dugaan penyekapan di lantai atas bangunan. Mengingat situasi yang berpotensi membahayakan korban, polisi kemudian berkoordinasi dengan Polresta Jambi untuk memperkuat pengamanan dan proses evakuasi.
Evakuasi Menegangkan di Pagi Hari
Proses penyelamatan berlangsung dramatis dan sempat membuat suasana di sekitar lokasi menjadi tegang. Petugas harus mengevakuasi korban melalui jendela lantai dua dengan menggunakan tangga. Sejumlah warga turut membantu dalam proses tersebut.
Korban, yang diketahui bernama Lyni Arifin, berhasil diselamatkan bersama anaknya dalam kondisi selamat. Meski tidak mengalami luka fisik serius, keduanya tampak mengalami ketakutan akibat kejadian tersebut.
Kasat Reskrim Polresta Jambi, Hendra Wijaya Manurung, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat.
“Kami segera menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan penyekapan. Tim langsung turun ke lokasi dan berhasil mengevakuasi korban dengan aman,” ujarnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif di balik kejadian tersebut serta memastikan kondisi psikologis korban pasca-insiden.
Bagikan ini:
- Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
- Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
- Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak




