Pengusaha Kaya di China Pilih Bekerja sebagai Kurir

Pengusaha kaya China memilih jadi kurir selama 7 tahun demi kesehatan dan keseimbangan hidup, meski memiliki aset miliaran dan banyak properti. (Autopro/DOK)
INDOSBERITA.ID.WUHAN — Di tengah anggapan bahwa kesuksesan identik dengan jabatan tinggi dan kenyamanan finansial, seorang pengusaha asal China justru mengambil jalan berbeda. Kha Dai Dung (45), pria dengan aset bernilai miliaran rupiah, memilih bekerja sebagai kurir selama tujuh tahun terakhir meskipun ia tidak memiliki kebutuhan ekonomi yang mendesak.
Kha saat ini bekerja sebagai kurir di Kota Wuhan, Provinsi Hubei. Di balik seragam dan rutinitas pengantaran paket, ia diketahui memiliki lebih dari 10 unit rumah, berbagai properti bernilai tinggi, serta empat mobil mewah. Kendati demikian, profesi kurir tetap menjadi aktivitas utamanya hingga kini.dikutip dari Beritasatu
Perjalanan hidup Kha tidak lepas dari dunia bisnis. Setelah menyelesaikan pendidikan tinggi, ia sempat berkarier sebagai pegawai negeri di Kota Tianmen. Namun, pada awal 2000-an, ia meninggalkan status tersebut dan mendirikan perusahaan alat bantu pembelajaran bahasa Inggris di Zhejiang. Usaha tersebut berkembang pesat dan memiliki hampir 80 gerai ritel di berbagai wilayah China.
Keuntungan yang diperoleh kemudian dialihkan ke investasi properti. Nilai asetnya terus meningkat, membuat kondisi finansial Kha tergolong sangat mapan. Namun, setelah kembali ke Hubei dan mencoba merintis usaha di bidang penjualan komputer serta ponsel, bisnisnya mengalami penurunan sejak 2011. Ia pun memutuskan menyerahkan pengelolaan usaha kepada keluarga dan mundur dari dunia bisnis aktif.
Alih-alih menikmati masa pensiun dini, Kha justru merasa tidak nyaman menjalani hari tanpa aktivitas fisik dan rutinitas kerja. Ketika perusahaan logistik JD.com membuka lowongan kurir, ia memutuskan melamar. Alasan utamanya bukan soal penghasilan, melainkan demi menjaga kesehatan dan memiliki jadwal hidup yang lebih teratur, termasuk waktu untuk mengantar dan menjemput anaknya ke sekolah.
Setiap hari, Kha memulai pekerjaannya sejak pukul 04.00 pagi dan menyelesaikan pengantaran sekitar pukul 17.00. Dedikasinya membuat ia dikenal sebagai salah satu kurir dengan kinerja terbaik di perusahaannya. Rekan-rekannya baru mengetahui latar belakang finansial Kha setelah ia meminta bantuan saat proses pindah rumah.
Bagi Kha, pilihannya bekerja sebagai kurir adalah keputusan sadar dan personal. Ia menegaskan bahwa nilai sebuah pekerjaan tidak ditentukan oleh status sosial, melainkan oleh sikap profesional dan tanggung jawab dalam menjalaninya.




