Pemotor Tewas Tabrak Material Proyek di Mojokerto

Pemotor Tewas Tabrak Material Proyek di Mojokerto

Tempat kejadian perkara warga Mojokerto tewas seusai tabrak batu proyek jalan. (Beritasatu.com/Supriyadi)

INDOSBERITA.ID.MOJOKERTO – Kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa seorang pengendara motor terjadi di ruas jalan proyek preservasi Pacing–Pacet, Desa Pohkecik, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Insiden tersebut menewaskan Agustin Setyarini (23), warga Sooko, setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak tumpukan material proyek di bahu jalan, Senin (9/2/2026) malam.

Warga setempat menilai kecelakaan itu dipicu minimnya standar keselamatan di lokasi proyek. Kondisi jalan yang gelap tanpa penerangan memadai, ditambah tumpukan batu tanpa rambu peringatan, membuat jalur tersebut rawan kecelakaan, terutama pada malam hari.

Seorang warga, Linda, mengungkapkan bahwa kejadian serupa kerap terjadi di titik tersebut. Bahkan pada malam kejadian, beberapa pengendara lain dilaporkan terjatuh di lokasi yang sama.

“Sudah sering ada yang jatuh di sini. Jalannya gelap dan tidak ada tanda peringatan kalau ada material proyek,” ujarnya.

Proyek preservasi jalan tersebut berada di bawah kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur. Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan dilakukan oleh PT Liman Jaya Trans Mix dengan nilai kontrak sekitar Rp 13,57 miliar dan masa pelaksanaan 180 hari kalender.

Pengamat hukum Arief Syahrul Alam menilai kecelakaan ini berpotensi menyeret pihak pelaksana proyek ke ranah pidana apabila terbukti lalai dalam menerapkan standar keselamatan jalan.

Ia merujuk Pasal 339 KUHP yang mengatur kewajiban pemberian tanda bahaya atau pengamanan pada pekerjaan di jalan umum. Kelalaian yang mengakibatkan korban jiwa dapat menjadi dasar penyelidikan aparat penegak hukum.

“Jika terbukti material proyek dibiarkan tanpa pengamanan dan menyebabkan kematian, maka tanggung jawab pidana bisa dikenakan, tidak hanya kepada kontraktor, tetapi juga pengawas dan penyelenggara proyek,” kata Arief.

Hingga kini, warga berharap ada tindakan tegas dari pihak berwenang. Mereka mendesak evaluasi menyeluruh terhadap pengamanan proyek jalan agar kejadian serupa tidak kembali memakan korban jiwa.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *