Pemkab Tangerang Kebut Persiapan Proyek Waste to Energy

Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, mengatakan pihaknya telah merampungkan progres pematangan dan pemadatan lahan di TPA Jatiwaringin (Beritasatu.com/Wawan Kurniawan
INDOSBERITA.ID.TANGERANG – Pemerintah Kabupaten Tangerang menyatakan kesiapan lahan pembangunan fasilitas Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin. Proyek ini menjadi bagian dari program nasional pengolahan sampah berbasis waste to energy.
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengatakan, proses pematangan lahan untuk PSEL telah memasuki tahap akhir. Lahan seluas sekitar 5 hektare tersebut telah melalui tahapan perataan dan pemadatan sebagai persiapan pembangunan fasilitas utama.
“Pekerjaan pematangan lahan hampir selesai. Secara keseluruhan progresnya sudah mencapai sekitar 95 persen,” ujar Maesyal, Rabu (7/1/2026).
Ia menjelaskan, sisa pekerjaan saat ini berada pada tahap pemadatan lanjutan yang sempat terkendala kondisi cuaca akibat musim hujan. Meski demikian, Pemkab Tangerang memastikan proses tersebut tetap berjalan sesuai rencana.
Setelah seluruh tahapan awal rampung, pengelolaan lahan PSEL akan dilanjutkan oleh perusahaan asing yang menjadi mitra Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Pemkab Tangerang juga telah menyampaikan laporan kesiapan lahan kepada Kementerian Lingkungan Hidup sebagai bagian dari percepatan realisasi proyek.
Maesyal berharap keberadaan fasilitas PSEL di TPA Jatiwaringin dapat menjadi solusi jangka panjang atas persoalan sampah di wilayah Tangerang sekaligus memberikan nilai tambah berupa energi listrik ramah lingkungan.
“Kami berharap pengelolaan sampah ini dapat berjalan optimal, tertib, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat serta lingkungan,” katanya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa proyek waste to energy akan mulai dijalankan pada awal 2026 di 34 lokasi di berbagai daerah. Program tersebut diprioritaskan bagi wilayah dengan volume timbunan sampah harian yang tinggi.
Selain menekan permasalahan sampah, proyek PSEL diharapkan mampu menghadirkan sumber energi alternatif yang berkelanjutan dan mendukung agenda transisi energi nasional.




