Pemilu Majelis Vietnam Digelar, 73 Juta Warga Berpartisipasi

Warga Vietnam melihat daftar nama kandidat anggota Majelis Nasional. (VoV)
INDOSBERITA.ID HANOI – Warga Vietnam mengikuti pemilihan umum anggota Majelis Nasional pada Minggu, 15 Maret 2026. Pemilu yang digelar setiap lima tahun ini diikuti lebih dari 73 juta pemilih yang menentukan 500 anggota parlemen serta perwakilan dewan daerah di seluruh negeri.
Mengutip laporan Al Jazeera, proses pemungutan suara berlangsung di berbagai wilayah dengan pengawasan Dewan Pemilihan Nasional Vietnam. Dari total 864 kandidat yang ikut serta, sekitar 93 persen merupakan anggota Partai Komunis Vietnam, sementara sisanya maju sebagai kandidat independen.
Vietnam dikenal sebagai negara dengan sistem satu partai, di mana Partai Komunis telah memegang kendali pemerintahan selama beberapa dekade dan mendominasi hampir seluruh kursi di parlemen nasional.
Harapan terhadap Pembangunan
Sejumlah pemilih berharap para anggota legislatif yang terpilih mampu melanjutkan pembangunan ekonomi yang sedang berkembang pesat. Reformasi ekonomi dan kebijakan modernisasi yang didorong oleh pemimpin tertinggi negara, To Lam, dinilai menjadi salah satu faktor yang mendorong optimisme masyarakat.
Di ibu kota Hanoi, suasana pemilu terlihat meriah dengan bendera nasional menghiasi jalan-jalan utama. Banyak warga datang ke tempat pemungutan suara sejak pagi hari untuk memberikan hak pilih mereka.
Meski demikian, sebagian warga menilai pemilu tidak terlalu memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka karena banyak keputusan penting tetap berada di tangan elite partai.
Hasil Diumumkan Pekan Depan
Ketua Majelis Nasional, Tran Thanh Man, menyampaikan bahwa sebagian besar tempat pemungutan suara ditutup pada pukul 19.00 waktu setempat. Hasil resmi pemilu diperkirakan akan diumumkan pada 23 Maret 2026.
Parlemen yang baru terpilih dijadwalkan menggelar sidang pleno pertama pada awal April. Dalam sidang tersebut, para anggota parlemen akan menyetujui sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk presiden dan perdana menteri yang telah dicalonkan oleh Partai Komunis.
Sebelumnya, dalam kongres partai yang digelar pada Januari lalu, Partai Komunis Vietnam kembali menetapkan To Lam sebagai sekretaris jenderal partai, jabatan tertinggi dalam struktur kekuasaan politik di negara tersebut.(zr)




