Pemerintah Perketat Pengawasan Harga Sembako Jelang Lebaran

Ilustrasi pedagang di Pasar Ciputat. Foto: Metrotvnews.com/Surya Mahmuda.
INDOSBERITA.ID JAKARTA – Pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap harga bahan pokok menjelang perayaan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026. Langkah ini dilakukan melalui Satuan Tugas Pangan (Satgas Pangan) guna memastikan harga tetap terkendali dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menegaskan bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Mulai dari sentra produksi, rumah potong hewan (RPH), hingga distribusi di tingkat pedagang akan dipantau secara ketat.
Menurutnya, langkah ini penting untuk mencegah praktik penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET). Dengan sistem pemantauan tersebut, pemerintah dapat menelusuri pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan secara tidak wajar.
“Setiap kenaikan harga yang tidak sesuai aturan bisa dilacak. Jadi, jelas siapa yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Tak hanya daging sapi, pengawasan juga mencakup komoditas lain seperti telur dan daging ayam yang kerap mengalami lonjakan harga saat momen hari besar keagamaan.
Pemerintah menegaskan akan memberikan sanksi tegas bagi pelaku pelanggaran. Sanksi tersebut bisa berupa tindakan administratif hingga pidana, tergantung tingkat pelanggaran yang ditemukan.
Sudaryono menambahkan, stabilitas harga pangan menjadi perhatian langsung Presiden RI Prabowo Subianto. Pemerintah, kata dia, terus melakukan pemantauan secara intensif untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah juga mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan. Warga diminta melaporkan jika menemukan harga sembako yang tidak sesuai ketentuan, baik melalui saluran resmi maupun media sosial.
Sementara itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) turut memperkuat intervensi melalui program Gerakan Pangan Murah. Program ini digelar lebih masif untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, terutama di pasar tradisional.
Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menyebut program tersebut menjadi salah satu strategi efektif untuk menekan lonjakan harga di lapangan.
Dengan berbagai langkah ini, pemerintah berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan hari raya dengan tenang.(zr)




