Panen Melon Mesuji Perkuat Ekonomi Kawasan Transmigrasi

Wamentrans Viva Yoga saat panen melon mesuji di Lampung. (Beritasatu.com/Triyono)
INDOSBERITA.ID.MESUJI – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menghadiri kegiatan panen raya melon di Desa Tanjung Menang, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Lampung, Jumat (23/1/2026). Kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk menegaskan peran program transmigrasi dalam mendorong terbentuknya kawasan ekonomi terpadu berbasis pertanian dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam kegiatan panen simbolis bersama Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf dan Bupati Mesuji Elfianah, Viva Yoga menyampaikan bahwa penguatan komoditas unggulan di tingkat kelompok tani dan UMKM menjadi fondasi penting keberhasilan transmigrasi. Kabupaten Mesuji sendiri disebut sebagai salah satu contoh kawasan transmigrasi yang berkembang berkelanjutan sejak era Presiden Soekarno hingga saat ini.
Viva Yoga menjelaskan, setiap kawasan transmigrasi di Indonesia memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda. Dari total 154 kawasan transmigrasi yang ada, keberhasilan sangat ditentukan oleh kemampuan daerah mengembangkan produk unggulan. Di Mesuji, selain melon, komoditas pisang dan singkong turut menjadi penopang ekonomi masyarakat.
Ia menambahkan, kawasan Transmigrasi Mesuji telah mengalami perubahan signifikan dari wilayah hutan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah utara Provinsi Lampung yang berbatasan langsung dengan Sumatera Selatan. Dengan kondisi lahan kering dan rawa gambut, daerah ini dinilai memiliki peluang besar untuk pengembangan sektor pangan dan perkebunan. Data pemerintah daerah mencatat indeks pertanaman mencapai 1,7 dengan produktivitas rata-rata 5,1 ton per hektare.
Untuk memperluas akses pasar hasil pertanian, Kementerian Transmigrasi menjalin kerja sama dengan sejumlah off-taker melalui penandatanganan nota kesepahaman. Langkah ini bertujuan memberikan kepastian pasar bagi petani sejak masa tanam hingga panen, sekaligus meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan melalui penyerapan produk ke jaringan ritel dan pasar yang lebih luas.
Selain penguatan sektor pemasaran, pemerintah pusat juga merencanakan pembangunan dan perbaikan infrastruktur di kawasan transmigrasi pada tahun ini. Program tersebut mencakup renovasi fasilitas umum, penyediaan air bersih, serta berbagai dukungan lain yang dibutuhkan pemerintah daerah guna meningkatkan produktivitas pertanian dan kualitas hidup masyarakat.
Viva Yoga menegaskan bahwa transmigrasi tidak hanya berfokus pada pembangunan permukiman, tetapi juga pada penciptaan sentra ekonomi berbasis industri dan hilirisasi produk unggulan. Hingga kini, program transmigrasi telah melahirkan 1.567 desa definitif, 466 kecamatan, serta 116 kabupaten/kota di berbagai wilayah Indonesia.
Menurutnya, kehadiran off-taker menjadi kunci penting agar hasil produksi warga transmigrasi tidak berhenti di tingkat panen, melainkan berlanjut ke proses pengolahan dan pemasaran yang memberikan nilai tambah. Ia juga mendorong kolaborasi dengan investor agar pengembangan kawasan mampu memberikan dampak berantai bagi ekonomi rakyat serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Sementara itu, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf menyatakan kesiapan aparat keamanan dalam mendukung pengembangan sektor pertanian dan perkebunan di Mesuji. Ia menegaskan bahwa stabilitas keamanan menjadi faktor penting agar program peningkatan ekonomi masyarakat dapat berjalan optimal.
Ke depan, Viva Yoga berharap kemitraan dengan off-taker mampu membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk peluang ekspor, sehingga produk unggulan kawasan transmigrasi seperti melon asal Mesuji dapat bersaing di pasar global.




