OJK Tingkatkan Keterbukaan Data Saham

OJK Tingkatkan Keterbukaan Data Saham

Ilustrasi OJK. (Antara/Septianda Perdana)

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan mengumumkan kemajuan penting dalam agenda reformasi pasar modal, hasil kolaborasi intensif dengan Bursa Efek Indonesia dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Pjs Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Friderica Widyasari, mengatakan pihaknya telah menyelesaikan sejumlah langkah teknis, termasuk peningkatan granularitas data kepemilikan saham dan koordinasi dengan MSCI Inc.

OJK mewajibkan keterbukaan kepemilikan saham di atas 1% yang akan tersedia bagi publik melalui situs resmi BEI. Selain itu, porsi free float saham ditargetkan meningkat dari 7,5% menjadi 15% secara bertahap dalam dua tahun. Emiten yang belum memenuhi ketentuan akan mendapatkan notasi khusus dan bisa terkena mekanisme exit policy.

Di sisi investor, KSEI telah memperluas klasifikasi dari sembilan menjadi 28 kategori, dengan lebih dari 82% Single Investor Identification (SID) sudah diperbarui. OJK juga menyiapkan daftar high shareholder concentration untuk memantau saham dengan kepemilikan terpusat yang berpotensi menurunkan likuiditas.

Reformasi ini dikawal Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia, yang dibentuk OJK bersama Kemenko dan SRO. Satgas fokus pada delapan area utama, termasuk likuiditas, transparansi data, penegakan hukum, dan koordinasi lintas lembaga.

“Seluruh langkah dijalankan dengan prinsip transparansi dan progresnya sudah konkret,” ujar Friderica. OJK akan terus memantau dan memperkuat penerapan kebijakan untuk menjaga integritas pasar modal Indonesia.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *