Nico Carrillo Rebut Sabuk Interim Kelas Bulu ONE Championship

Nico Carrillo Rebut Sabuk Interim Kelas Bulu ONE Championship

Nico Carrillo merebut gelar juara interim kelas bulu muay thai One Championship usai menaklukkan Shadow Singha Mawynn pada laga di Bangkok, Sabtu 14 Februari 2026. (Beritasatu.com/Dok. One Championship)

INDOSBERITA.ID.BANGKOK – Petarung asal Skotlandia, Nico Carrillo, akhirnya meraih sabuk emas yang lama dibidiknya setelah menjuarai gelar interim kelas bulu muay thai di ajang ONE Championship. Ia memastikan kemenangan usai mengalahkan Shadow Singha Mawynn melalui keputusan bulat dalam pertarungan di Lumpinee Stadium, Sabtu (14/2/2026).

Keberhasilan ini menjadi momen penebusan bagi Carrillo. Setahun lalu, ia harus menerima kekalahan dari Nabil Anane dalam perebutan sabuk kelas bantam, hasil yang sempat mengguncang mentalnya. Kini, di usia 27 tahun, ia membuktikan mampu bangkit dan mengubah kegagalan menjadi bahan bakar motivasi.

Dalam duel lima ronde melawan Shadow, Carrillo tampil lebih tenang dan taktis. Ia tidak lagi mengandalkan agresivitas tanpa kontrol, melainkan mengedepankan strategi disiplin dengan tekanan konsisten. Sebuah knockdown menjadi momen krusial yang memperkuat keunggulannya di mata juri.

Shadow yang dikenal agresif dengan kombinasi tendangan rendah dan pukulan keras sempat memberikan perlawanan sengit sejak ronde awal. Namun Carrillo mampu meredam serangan tersebut dengan pergerakan aktif dan pertahanan solid. Petarung Thailand berusia 26 tahun itu bahkan harus mendapat perawatan akibat cedera rahang setelah laga usai.

Carrillo mengaku sengaja tidak memburu kemenangan KO cepat. Ia memilih menjaga ritme dan stamina hingga ronde kelima, sesuatu yang menurutnya menjadi bukti peningkatan kondisi fisiknya. Dominasi perlahan terlihat jelas seiring pertarungan berjalan, meski ia tetap memberi hormat atas ketangguhan lawannya.

Kemenangan ini juga memiliki makna personal. Carrillo menyebut keberhasilannya di Bangkok sebagai pemenuhan janji kepada sang istri, termasuk impiannya membawanya menyaksikan langsung dari tepi arena.

Dengan status juara interim, Carrillo berpeluang menghadapi pemegang sabuk utama, Tawanchai PK Saenchai, dalam laga unifikasi yang berpotensi menjadi tantangan terbesar dalam kariernya. Namun untuk saat ini, ia memilih menikmati hasil kerja kerasnya sebelum memikirkan langkah berikutnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *