Netanyahu Umumkan Israel Gabung Board of Peace

Netanyahu Umumkan Israel Gabung Board of Peace

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (AP Photo/Alex Brandon)

INDOSBERITA.ID.WASHINGTON – Israel resmi menjadi anggota Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang dibentuk Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, saat melakukan kunjungan ke Gedung Putih pada Rabu (11/2/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Netanyahu bertemu dengan Trump serta Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Ia menyatakan telah menandatangani dokumen aksesi yang menandai keikutsertaan Israel dalam dewan tersebut.

Foto yang dirilis usai pertemuan memperlihatkan Netanyahu dan Rubio memegang dokumen bertanda tangan terkait keanggotaan Israel. Dewan Perdamaian sendiri dirancang sebagai badan internasional yang akan mengawasi pemerintahan sementara di Gaza sebagai bagian dari rencana Trump untuk wilayah tersebut.

Trump menyebut dirinya akan bertindak sebagai ketua dewan. Ke depan, badan ini disebut akan diperluas cakupannya untuk menangani konflik global lainnya. Undangan bergabung telah dilayangkan kepada sejumlah negara pada akhir Januari 2026. Pertemuan perdana Dewan Perdamaian dijadwalkan berlangsung pada 19 Februari 2026 di Washington dengan fokus utama pada agenda rekonstruksi Gaza.

Meski demikian, pembentukan dewan tersebut memicu beragam respons. Sejumlah pakar hak asasi manusia menilai struktur kepemimpinan yang dipusatkan pada Washington berpotensi menimbulkan persepsi dominasi terhadap wilayah asing. Keterlibatan Israel tanpa partisipasi perwakilan Palestina juga diprediksi akan memicu kritik tambahan dari komunitas internasional.

Sejumlah pengamat turut menyoroti potensi tumpang tindih kewenangan dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang selama ini memegang mandat utama dalam penyelesaian konflik global.

Di tengah dinamika tersebut, situasi kemanusiaan di Gaza masih menjadi perhatian. Otoritas kesehatan setempat melaporkan korban jiwa yang besar akibat konflik berkepanjangan, disertai krisis kemanusiaan berupa kelaparan dan gelombang pengungsian di wilayah tersebut.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *