Mudik Mobil Listrik Kian Diminati, Biaya Lebih Hemat

Mudik Mobil Listrik Kian Diminati, Biaya Lebih Hemat

Pemudik mulai beralih ke mobil listrik. SPKLU di Cipali menjadi titik singgah baru selama perjalanan. (Beritasatu.com/Andrian Supendi)

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Tradisi mudik Lebaran yang selama ini identik dengan perhitungan biaya bahan bakar mulai mengalami perubahan pada 2026. Seiring meningkatnya penggunaan mobil listrik, pola pengeluaran pemudik kini bergeser dari konsumsi BBM ke kebutuhan pengisian daya baterai.

Fenomena ini terlihat di sejumlah rest area di jalur Tol Trans Jawa. Di Rest Area KM 166 Tol Cipali, kendaraan listrik mulai ramai mengisi daya di stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) sebelum melanjutkan perjalanan.

Bagi sebagian pemudik, efisiensi biaya menjadi alasan utama beralih ke mobil listrik. Pengeluaran untuk pengisian daya dinilai jauh lebih hemat dibandingkan pembelian bensin, terutama untuk perjalanan jarak jauh yang bisa mencapai ratusan kilometer.

Selain lebih irit, kendaraan listrik juga menawarkan kenyamanan lebih karena tidak menghasilkan suara mesin. Hal ini membuat perjalanan panjang terasa lebih tenang dan tidak melelahkan.

Kekhawatiran soal waktu pengisian daya pun mulai teratasi dengan hadirnya teknologi fast charging. Di beberapa titik, pengisian baterai hanya memerlukan waktu sekitar 20 hingga 45 menit, yang biasanya dimanfaatkan pemudik untuk beristirahat.

Meski begitu, penggunaan mobil listrik tetap membutuhkan perencanaan matang. Pemudik harus memperhatikan kapasitas baterai serta lokasi SPKLU, terutama saat menghadapi potensi kemacetan panjang.

Dukungan infrastruktur juga terus ditingkatkan. PT PLN (Persero) menyiapkan ribuan SPKLU di jalur mudik utama guna memastikan perjalanan pengguna kendaraan listrik tetap lancar.

Dengan semakin luasnya jaringan pengisian daya dan meningkatnya jumlah kendaraan listrik, mudik Lebaran kini memasuki babak baru. Antrean di SPKLU mulai menjadi pemandangan yang melengkapi, bahkan perlahan menggantikan antrean di SPBU.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *