Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi Sekolah di Lamongan

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi Sekolah di Lamongan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti (tengah) didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat peresmian revitalisasi satuan pendidikan di SMP Negeri 1 Lamongan, Jawa Timur, Jumat (6/3/2026). (ANTARA/HO-Kominfo Lamongan)

INDOSBERITA.ID.LAMONGAN – Menteri Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembaruan fasilitas sekolah menjadi langkah penting untuk meningkatkan mutu pembelajaran di Indonesia. Hal itu disampaikannya saat meresmikan revitalisasi satuan pendidikan di SMP Negeri 1 Lamongan, Lamongan, Jawa Timur, Jumat.

Menurutnya, ketersediaan bangunan sekolah yang layak menjadi salah satu faktor eksternal yang dapat menunjang proses belajar mengajar. Lingkungan fisik yang baik dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.

Ia menjelaskan program revitalisasi sekolah merupakan bagian dari agenda prioritas pemerintah dalam mendukung arah pembangunan nasional sekaligus mewujudkan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mencetak generasi unggul.

Selain memperbaiki infrastruktur pendidikan, pemerintah juga berupaya meningkatkan kualitas tenaga pengajar. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kompetensi guru, baik dari sisi akademik, sosial, maupun profesional.

Di sisi lain, pemerintah juga menekankan pentingnya pendidikan karakter melalui program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Gerakan tersebut diharapkan mampu membangun lingkungan sekolah yang aman, positif, dan mendukung perkembangan peserta didik.

Abdul Mu’ti menyebut Lamongan berpotensi mendapatkan tambahan program revitalisasi satuan pendidikan pada 2026. Hal ini dinilai sejalan dengan upaya memperluas peningkatan kualitas sarana pendidikan di berbagai daerah.

Sementara itu, Bupati Yuhronur Efendi menyambut baik program revitalisasi tersebut. Ia menilai perbaikan fasilitas sekolah dapat memperkuat kualitas pendidikan di daerahnya.

Menurutnya, revitalisasi yang dilakukan meliputi pembangunan serta perbaikan sejumlah fasilitas seperti ruang kelas, perpustakaan, dan berbagai sarana pendukung lain agar proses pembelajaran berjalan lebih aktif dan efektif.

Pada 2025, program revitalisasi pendidikan di Lamongan mencakup beberapa jenjang sekolah, yakni empat TK/PAUD, 23 sekolah dasar, serta 20 sekolah menengah pertama.

Pemerintah daerah juga menjalankan berbagai program pendukung untuk meningkatkan akses pendidikan. Beberapa di antaranya adalah program beasiswa Perintis yang telah menjangkau hampir 8.000 siswa, Program Aksi Bina Pendidikan Inklusif dan Responsif (Aksi Biru) untuk anak putus sekolah, serta Gerakan Kesetaraan Belajar (Gertak Desa).

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *