Menag Ajak Umat Perbanyak Doa di Ramadan

Menteri Agama RI Prof. Nasaruddin Umar menyampaikan tausiah tentang makna doa dalam program Khazanah Islam Metro TV yang disiarkan dari Masjid Al-Ikhlas PIK, Jakarta. (Foto: Dok. Metro TV)
INDOSBERITA.ID JAKARTA –Â Menteri Agama RI Prof. Dr. Nasaruddin Umar mengajak umat Islam memaknai doa secara lebih mendalam selama bulan suci Ramadan. Ia menegaskan bahwa doa bukan sekadar sarana meminta sesuatu kepada Allah, tetapi juga bentuk ibadah yang mempererat hubungan spiritual antara manusia dan Sang Pencipta.
Pesan tersebut disampaikan Nasaruddin dalam program Khazanah Islam Metro TV yang disiarkan dari Masjid Al-Ikhlas, Pantai Indah Kapuk, pada Minggu, 8 Maret 2026.
Menurut Nasaruddin, dalam ajaran Islam doa bahkan disebut sebagai inti dari ibadah. Karena itu, umat Islam tidak seharusnya hanya menilai doa dari terkabul atau tidaknya permohonan yang disampaikan.
Ia menjelaskan bahwa ketika seseorang berdoa, pada saat yang sama ia sedang mendekatkan diri kepada Allah. Oleh sebab itu, umat diminta tidak mudah kecewa jika doa yang dipanjatkan belum mendapatkan jawaban sesuai harapan.
Nasaruddin menilai, tidak semua hal yang diminta manusia selalu membawa kebaikan. Bisa jadi sesuatu yang diinginkan justru membuat seseorang semakin jauh dari Tuhan. Sebaliknya, rezeki yang baik adalah rezeki yang membawa seseorang semakin dekat dengan Allah.
Selain membahas makna doa, Nasaruddin juga mengingatkan tentang waktu-waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak doa, khususnya selama Ramadan. Waktu sahur hingga menjelang salat Subuh serta menjelang berbuka puasa disebut sebagai momen yang sangat baik untuk bermunajat.
Pada saat-saat tersebut, umat dianjurkan memperbanyak doa karena diyakini sebagai waktu yang mustajab.
Ia juga menyinggung pentingnya memilih tempat yang baik untuk berdoa, seperti masjid atau tempat yang bersih dan tenang. Bahkan, ia menyarankan agar setiap rumah memiliki ruang khusus untuk beribadah agar seseorang lebih fokus saat bermunajat kepada Allah.
Dalam penjelasannya, Nasaruddin juga menguraikan tingkatan dalam berdoa. Tingkatan pertama adalah doa yang diucapkan melalui lisan. Tingkatan berikutnya adalah doa yang lahir dari kedalaman hati.
Adapun tingkatan yang lebih tinggi adalah doa yang disertai sikap pasrah dan kesiapan menerima apa pun keputusan Allah.
Dalam sesi tanya jawab bersama jamaah, Nasaruddin turut menekankan pentingnya adab ketika berdoa. Ia menyarankan agar doa diawali dengan memuji Allah, membaca salawat kepada Nabi Muhammad, serta memohon ampun atas dosa sebelum menyampaikan permohonan.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar umat Islam tidak mendoakan keburukan bagi orang lain, termasuk kepada orang yang pernah menyakiti.
Sebaliknya, umat dianjurkan mendoakan kebaikan bagi sesama sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad yang tetap mendoakan orang-orang yang menyakitinya.
Di akhir penyampaiannya, Nasaruddin mengajak umat Islam memanfaatkan Ramadan untuk memperbanyak doa, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga, guru, dan masyarakat luas.
Menurutnya, doa yang baik adalah doa yang tidak hanya berisi permohonan pribadi, tetapi juga kepedulian terhadap orang lain.(Zr)




