Luapan Kalilamong Rendam Tiga Kecamatan di Gresik

Banjir akibat meluapnya Sungai Kalilamong di Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Sabtu (10/1/2026). (Beritasatu.com/BPBD Gresik)
INDOSBERITA.ID.GRESIK – Luapan Sungai Kalilamong kembali memicu banjir di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, setelah hujan deras mengguyur kawasan hulu. Peristiwa yang terjadi sejak Jumat (9/1/2026) malam itu berdampak pada sejumlah desa di tiga kecamatan hingga Sabtu (10/1/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Gresik, Sukardi, mengatakan debit air sungai meningkat tajam pada pagi hari sehingga meluber ke permukiman dan lahan pertanian warga. “Genangan terjadi di beberapa desa pada tiga kecamatan akibat luapan Sungai Kalilamong,” ujarnya.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Benjeng, Balongpanggang, dan Cerme. Di Balongpanggang, banjir merendam Desa Wotansari, Banjaragung, dan Pucung. Sedikitnya 20 rumah warga tergenang, disertai terendamnya ruas jalan dan sekitar 32 hektare area persawahan.
Sementara itu, dampak terparah terjadi di Kecamatan Benjeng. Enam desa, yakni Lundo, Sedapurklagen, Delik Sumber, Kedung Rukem, Munggugianti, dan Bulurejo, terendam banjir. BPBD mencatat sebanyak 543 rumah warga, fasilitas umum seperti masjid dan sekolah, jalan raya, serta sekitar 192 hektare sawah tergenang air.
Adapun di Kecamatan Cerme, banjir melanda Desa Guranganyar. Genangan air merendam jalan desa, fasilitas pendidikan SD negeri, serta sekitar satu hektare sawah milik warga.
“Ketinggian air bervariasi, mulai 5 hingga 30 sentimeter,” jelas Sukardi. Ia menambahkan, wilayah tersebut memang langganan banjir setiap kali Sungai Kalilamong meluap, terutama saat curah hujan tinggi di wilayah hulu.
Menurut Sukardi, luapan kali ini juga dipengaruhi kondisi banjir di wilayah Lamongan beberapa waktu lalu, sehingga aliran air mengarah ke wilayah hilir di Gresik. BPBD terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya wilayah terdampak.




