LPDP Perkuat Beasiswa untuk Cetak SDM Unggul 2045

LPDP Perkuat Beasiswa untuk Cetak SDM Unggul 2045

Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan, Sudarto, menegaskan sejak 2021 LPDP bertransformasi dari sekadar membuka akses pendidikan menjadi program yang berorientasi pada dampak. (Beritasatu.com/Akmalal Hamdhi)

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di bawah Kementerian Keuangan terus mengakselerasi pembaruan kebijakan beasiswa guna menyiapkan generasi unggul menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Transformasi ini menandai pergeseran fokus dari sekadar perluasan akses pendidikan menjadi penciptaan dampak nyata bagi pembangunan nasional.

Sejak berdiri pada 2013, LPDP telah memberikan dukungan kepada 58.444 penerima beasiswa jenjang gelar hingga 2026. Selain itu, sebanyak 583.171 peserta mengikuti program kolaborasi bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Kerja sama dengan Kementerian Agama juga menghasilkan 42.160 penerima beasiswa kolaboratif.

Direktur Utama LPDP, Sudarto, menyatakan bahwa sejak 2021 lembaganya mengubah orientasi program menjadi lebih berbasis hasil. Menurutnya, setiap talenta yang dibiayai harus mampu berkontribusi langsung terhadap inovasi serta peningkatan daya saing bangsa.

Dalam kurun 2021–2026, prioritas beasiswa diarahkan pada sektor-sektor strategis seperti sains dan teknologi (STEM), pangan dan kemaritiman, energi, kesehatan, pertahanan, transformasi digital termasuk kecerdasan buatan dan semikonduktor, hilirisasi industri, manufaktur, material maju, kewirausahaan, hingga industri kreatif. Sinergi lintas kementerian dan lembaga, termasuk dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional, diperkuat untuk membangun talent pool nasional yang terhubung dengan kebutuhan riset dan industri.

Tak berhenti pada beasiswa, LPDP juga memperbesar dukungan terhadap riset melalui pendanaan 3.861 proyek lewat Dana Abadi Penelitian. Sebanyak 23 perguruan tinggi didorong menuju kategori world class universities, sementara Dana Abadi Kebudayaan telah menjangkau 3.554 penerima manfaat sebagai bagian dari pelestarian warisan bangsa.

Lonjakan jumlah alumni turut mencerminkan perkembangan signifikan. Jika pada 2019 jumlah lulusan sekitar 11.000 orang, maka pada 2025 meningkat menjadi 33.000 alumni. Saat ini, sekitar 38.000 penerima masih menempuh studi di berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Program afirmasi juga diperluas bagi Putra-Putri Papua, masyarakat dari daerah tertinggal, kelompok prasejahtera, penyandang disabilitas, hingga atlet berprestasi. Hingga Januari 2026, tercatat 14.983 penerima afirmasi tersebar di 127 kabupaten/kota. LPDP turut menyediakan program pengayaan bahasa serta fleksibilitas persyaratan guna memperluas akses pendidikan tinggi secara lebih inklusif.

Sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2021 tentang Dana Abadi Bidang Pendidikan, penguatan tata kelola dan pengawasan juga menjadi perhatian. Pemantauan dilakukan melalui laporan akademik berkala, koordinasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi terkait mobilitas internasional, serta sinergi dengan KBRI dan KJRI di berbagai negara.

Komitmen terhadap akuntabilitas ditegaskan melalui penindakan tegas terhadap pelanggaran ketentuan oleh penerima beasiswa. Sanksi diterapkan secara objektif dan transparan, termasuk kewajiban pengembalian dana dan denda sesuai regulasi.

Dengan integrasi antara beasiswa, riset, dan kebutuhan industri yang semakin solid, LPDP menargetkan lahirnya sumber daya manusia berkelas global yang mampu menjadi motor inovasi dan memperkuat posisi Indonesia di panggung dunia pada 2045.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *