Kerja Sama Indonesia-AS Percepat Akses Produk Kesehatan

Kerja Sama Indonesia-AS Percepat Akses Produk Kesehatan

Ilustrasi laboratorium dan alat medis. (Dok)

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Kerja sama perdagangan resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat melalui The Agreement on Reciprocal Trade (ART) mencakup kemudahan akses bagi produk kesehatan asal AS, termasuk obat, vaksin, alat kesehatan, dan kosmetik. Langkah ini diambil untuk memperlancar aliran produk yang telah memenuhi standar internasional sekaligus menjaga efisiensi proses perizinan di Indonesia.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menjelaskan bahwa kerja sama teknis antara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia dan US Food and Drug Administration (FDA) telah berlangsung lama. Kolaborasi ini mencakup harmonisasi standar keamanan produk, pertukaran informasi terkait keamanan, serta pengawasan obat, vaksin, dan kosmetik.

Melalui mekanisme ART, produk yang telah memperoleh izin edar dari FDA dapat dipasarkan di Indonesia karena dianggap telah memenuhi standar keamanan, mutu, dan efektivitas. Haryo menekankan bahwa FDA dikenal sebagai salah satu lembaga pengawas obat dan alat kesehatan dengan standar yang sangat ketat secara global.

“Dengan adanya kerja sama ini, Indonesia tidak perlu mengulang seluruh proses pengujian dari awal jika suatu produk telah melalui evaluasi ketat di Amerika Serikat. Hal ini bertujuan untuk menghindari duplikasi proses pengujian yang pada dasarnya memiliki standar serupa,” ujar Haryo.

Meski begitu, setiap produk tetap wajib melewati proses administrasi perizinan di Indonesia dan berada dalam pengawasan BPOM. Haryo menegaskan pemerintah tetap memiliki kewenangan penuh untuk melakukan pengawasan lanjutan terhadap produk yang beredar di pasar domestik. “Jika di kemudian hari ditemukan masalah keamanan, efektivitas, atau mutu yang signifikan, Indonesia tetap dapat mengambil langkah pengawasan sesuai kewenangannya,” jelasnya.

Dengan demikian, kerja sama ART tidak hanya mempermudah akses produk kesehatan, tetapi juga memastikan keamanan dan kualitas tetap terjaga sesuai standar nasional dan internasional.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *