Kementan Kirim 151 Ribu Vaksin PMK ke Jawa Barat

Kementan Kirim 151 Ribu Vaksin PMK ke Jawa Barat

Kementan bekerja sama dengan FAO dan Pemerintah Australia mempercepat program vaksinasi PMK di delapan kabupaten di lima provinsi. (Foto: Istimewa)

INDOSBERITA.ID JAWA BARAT –  Pemerintah melalui Kementerian Pertanian meningkatkan upaya penanggulangan penyakit mulut dan kuku (PMK) dengan menyalurkan tambahan 151 ribu dosis vaksin ke Provinsi Jawa Barat. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya laporan kasus PMK di sejumlah wilayah, sehingga dibutuhkan percepatan vaksinasi untuk menekan penularan.

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menetapkan Jawa Barat sebagai salah satu wilayah prioritas penanganan. Selain memiliki populasi ternak yang besar, provinsi ini juga menjadi jalur utama distribusi hewan antardaerah, yang berpotensi mempercepat penyebaran penyakit apabila tidak dikendalikan secara optimal.

Direktur Kesehatan Hewan Kementan, Hendra Wibawa, menyampaikan bahwa sebagian vaksin PMK telah lebih dulu dikirimkan pada awal tahun. Sementara itu, sisa vaksin akan didistribusikan secara bertahap sesuai dengan rencana penyaluran. Mekanisme pembagian ke tingkat kabupaten dan kota akan dikoordinasikan oleh pemerintah provinsi melalui dinas peternakan setempat.

Pelaksanaan vaksinasi PMK di Jawa Barat dirancang dalam dua fase. Tahap pertama dilaksanakan pada awal tahun, sedangkan tahap lanjutan direncanakan berlangsung pada pertengahan hingga akhir tahun, dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan perkembangan kasus PMK.

Secara nasional, Kementerian Pertanian telah menyiapkan jutaan dosis vaksin PMK sepanjang tahun 2026. Pasokan tersebut difokuskan terutama untuk daerah pemberantasan, disusul wilayah pengendalian, serta sebagian dialokasikan sebagai stok darurat untuk mengantisipasi lonjakan kasus.

Selain vaksinasi, pemerintah juga mengingatkan pentingnya penerapan langkah biosekuriti di tingkat peternak. Upaya ini mencakup pengendalian lalu lintas ternak, pembersihan dan sterilisasi peralatan, serta pembatasan akses ke area kandang guna meminimalkan risiko penyebaran virus PMK.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *