Kemensos Akan Bangun 100 Sekolah Rakyat per Tahun

Photo Ilustrasi
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan keyakinannya bahwa target pembangunan 500 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia dapat direalisasikan hingga 2029. Optimisme tersebut didasarkan pada kolaborasi lintas sektor yang telah dibangun Kementerian Sosial bersama kementerian/lembaga lain, pemerintah daerah, serta pihak swasta.
Menurut Gus Ipul, pemerintah menargetkan pembangunan sedikitnya 100 Sekolah Rakyat permanen setiap tahun. Dengan pola tersebut, target yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dinilai realistis untuk dicapai. Pembangunan fisik sekolah akan ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU), sementara Kemensos berfokus pada aspek nonfisik.
“Kalau setiap tahun minimal 100 sekolah bisa dibangun, maka hingga 2029 target itu bisa tercapai. Karena itu kami terus berkoordinasi dengan Kementerian PU yang bertanggung jawab atas sarana dan prasarana,” ujar Gus Ipul.
Ia menjelaskan, bersamaan dengan pembangunan gedung permanen, Kemensos juga menyiapkan proses seleksi siswa, rekrutmen guru, tenaga kependidikan, hingga kebutuhan operasional sekolah. Sekolah Rakyat diperuntukkan khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, yakni Desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Gus Ipul menegaskan proses penerimaan siswa harus berjalan transparan dan bebas dari praktik kecurangan. Ia mengingatkan agar tidak ada suap, titipan, maupun intervensi dalam seleksi peserta didik. “Sekolah ini memang disiapkan untuk mereka yang paling membutuhkan. Tidak boleh ada praktik menyimpang,” tegasnya.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan 500 Sekolah Rakyat permanen hingga 2029. Setiap sekolah dirancang menampung sekitar 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Program ini diharapkan menjadi instrumen penting dalam memutus rantai kemiskinan ekstrem antargenerasi.




