Kemenkes Tindak Lanjut Laporan Kasus Campak dari Australia

Kemenkes Tindak Lanjut Laporan Kasus Campak dari Australia

Ilustrasi penyakit campak. (YouTube.comNBC/NBC News)

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerima informasi resmi dari otoritas kesehatan Australia mengenai satu kasus campak yang berhubungan dengan perjalanan dari Indonesia. Notifikasi ini dikirim melalui mekanisme International Health Regulations (IHR), yang menjadi saluran resmi pertukaran informasi penyakit menular antarnegara.

Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, laporan tersebut datang melalui Australia IHR National Focal Point dan langsung ditangani oleh Public Health Emergency Operations Center (PHEOC) untuk verifikasi dan tindak lanjut.

Data yang diterima menunjukkan bahwa kasus ini dialami seorang perempuan berusia 18 tahun yang memiliki riwayat vaksinasi MMR lengkap pada 2009 dan 2012. Pasien melakukan perjalanan dengan maskapai Batik Air rute Jakarta–Perth pada 7–8 Februari 2026, setelah sebelumnya berada di Bandung, Jawa Barat.

Gejala ruam mulai muncul pada 8 Februari saat tiba di Perth, dan pemeriksaan PCR kemudian mengonfirmasi positif campak. Hingga kini dilaporkan hanya satu kasus tanpa kematian, dan otoritas Australia masih melakukan penelusuran kontak serta investigasi lanjutan.

Menanggapi hal ini, Kemenkes bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat melakukan investigasi epidemiologi dan memperkuat sistem surveilans di daerah yang pernah dikunjungi pasien. Tujuannya untuk memastikan tidak ada kasus tambahan yang terkait dengan perjalanan pasien.

Secara nasional, campak masih menjadi penyakit menular yang perlu diwaspadai. Sepanjang 2025 tercatat 9.760 kasus terkonfirmasi, sementara hingga Februari 2026 sudah dilaporkan 269 kasus. Pemerintah menegaskan belum ada penetapan kejadian luar biasa (KLB) campak di tingkat nasional.

Kemenkes mengimbau masyarakat memastikan imunisasi campak lengkap sesuai jadwal, terutama bagi mereka yang merencanakan perjalanan internasional. Warga yang mengalami demam disertai ruam diminta segera memeriksakan diri dan membatasi kontak dengan orang lain apabila terinfeksi, guna mencegah penularan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *