Kelompok Ekonomi Terbawah Hadapi Tantangan Berat dalam Akses dan Pendapatan

Kelompok Ekonomi Terbawah Hadapi Tantangan Berat dalam Akses dan Pendapatan

Photo Ilustrasi

INDOSBERITA.ID.JAKARTA –Ā  Kelompok masyarakat dengan penghasilan rendah atau sering disebut lapisan ekonomi terbawah menghadapi tekanan sosial dan ekonomi yang cukup besar. Mereka tidak hanya bergantung pada penghasilan harian yang tidak menentu, tetapi juga memiliki akses terbatas terhadap layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.

Menurut kajian sosial ekonomi, strata sosial ditentukan oleh kombinasi faktor seperti tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, besaran pendapatan, dan kepemilikan aset. Berdasarkan indikator tersebut, masyarakat biasanya dibagi menjadi tiga lapisan: atas, menengah, dan bawah. Kelompok ekonomi terbawah tercatat paling rentan terhadap ketidakstabilan penghasilan dan risiko sosial.

Para pengamat mencatat sebagian besar anggota lapisan terbawah bekerja di sektor informal, pekerjaan harian, atau bidang dengan upah minimum. Kondisi ini menyebabkan pendapatan mereka tidak tetap, sehingga sulit menabung atau mempersiapkan kebutuhan masa depan.

Selain pendapatan yang tidak stabil, kelompok ini juga kerap menghadapi kendala dalam mengakses pendidikan yang layak. Biaya tinggi dan keterbatasan fasilitas membuat mereka kesulitan memperoleh pendidikan formal, yang berdampak pada peluang kerja di masa mendatang. Tekanan ekonomi ini juga membuat mereka lebih rentan terhadap persoalan sosial seperti pengangguran dan kemiskinan berkepanjangan.

Para pengamat menekankan bahwa peningkatan akses pendidikan, pelatihan keterampilan kerja, dan perlindungan sosial menjadi strategi utama untuk mendorong mobilitas ekonomi. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan kelompok ekonomi terbawah dapat meningkatkan kesejahteraan dan peluang mereka untuk naik ke strata sosial yang lebih tinggi.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *