Kecelakaan Pesawat Satena, Anggota DPR Kolombia Jadi Korban

Pesawat komersial Satena yang membawa anggota DPR jatuh di dekat perbatasan Kolombia–Venezuela dan menewaskan seluruh penumpang. (hirunews.lk)
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Sebuah pesawat milik maskapai pemerintah Kolombia, Satena, mengalami kecelakaan fatal saat melayani penerbangan domestik dari CĂşcuta menuju Ocaña. Seluruh penumpang di dalam pesawat, yang berjumlah 15 orang, dinyatakan meninggal dunia dalam insiden tersebut.
Kecelakaan terjadi di wilayah Provinsi Norte de Santander, daerah pegunungan yang berada tak jauh dari perbatasan Kolombia–Venezuela. Kementerian Transportasi Kolombia menyampaikan bahwa pesawat sempat hilang dari pantauan radar sebelum akhirnya ditemukan jatuh. Informasi tersebut dikonfirmasi berdasarkan laporan media internasional Al Jazeera pada Selasa (3/2/2026).
Catatan pengawas lalu lintas udara menunjukkan pesawat mengalami penurunan ketinggian yang sangat cepat menjelang waktu pendaratan. Kondisi ini mengindikasikan adanya keadaan darurat yang berlangsung dalam hitungan menit sebelum kecelakaan terjadi.
Pesawat yang dioperasikan Satena itu melayani rute-rute regional di kawasan perbatasan. Jalur penerbangan ini dikenal memiliki tingkat risiko tinggi akibat kontur pegunungan yang curam serta cuaca yang kerap berubah secara tiba-tiba. Faktor geografis tersebut selama ini menjadi tantangan tersendiri bagi keselamatan penerbangan di wilayah tersebut.
Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam tahap penyelidikan. Pemerintah Kolombia menegaskan akan melakukan investigasi menyeluruh guna mengungkap faktor teknis maupun nonteknis yang melatarbelakangi insiden ini, sekaligus memperkuat sistem keselamatan penerbangan nasional.
Tokoh Politik dan Aktivis Sosial Jadi Korban
Di antara korban tewas terdapat nama DiĂłgenes Quintero, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kolombia yang mewakili kawasan Catatumbo. Wilayah tersebut selama bertahun-tahun dikenal sebagai daerah konflik bersenjata dan krisis kemanusiaan.
Quintero merupakan seorang pengacara dan aktivis hak asasi manusia yang lama mendampingi korban kekerasan serta pelanggaran hak sipil. Perjuangannya di bidang kemanusiaan mengantarkannya ke dunia politik sebagai representasi suara masyarakat terdampak konflik.
Pada Pemilu 2022, ia terpilih sebagai salah satu dari 16 legislator khusus korban konflik bersenjata, sebuah mekanisme politik yang lahir dari perjanjian damai 2016 antara pemerintah Kolombia dan kelompok FARC. Skema ini bertujuan memberikan ruang resmi bagi korban konflik dalam proses legislasi nasional.
Partai U Party, yang menaungi Quintero, menyebutnya sebagai figur pemimpin daerah yang konsisten memperjuangkan keadilan sosial dan pelayanan publik. Kepergiannya dinilai sebagai kehilangan besar bagi agenda rekonsiliasi nasional Kolombia.
Selain Quintero, korban lainnya adalah Carlos Salcedo, tokoh masyarakat yang tengah mencalonkan diri sebagai anggota Kongres. Salcedo dikenal aktif dalam kerja-kerja sosial dan advokasi komunitas, terutama bagi warga yang terdampak konflik dan ketimpangan sosial.
Selama ini, ia berupaya mendorong agar suara masyarakat akar rumput mendapat tempat dalam kebijakan negara. Aktivismenya menjadikan Salcedo sosok penting di berbagai komunitas lokal.
Meninggalnya DiĂłgenes Quintero dan Carlos Salcedo menambah duka mendalam bagi dunia politik dan gerakan sosial Kolombia. Tragedi ini bukan hanya merenggut nyawa, tetapi juga menghentikan kontribusi dua figur kunci dalam perjuangan keadilan sosial, demokrasi, dan perdamaian pascakonflik.




